Kemenag Jelaskan Indikator Sanitasi Bagi Madrasah

0
22
Kemenag Jelaskan Indikator Sanitasi Bagi Madrasah
Kemenag Jelaskan Indikator Sanitasi Bagi Madrasah

Ibadah.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Ali Ramdhani menjelaskan indikator sanitasi bagi madrasah. Indikator ini berasal dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Penerapan indikator ini sangat penting untuk mencegah penyebaran Covid-19 di madarasah.

Dengan adanya penerapan indikator sanitasi ini diharapkan madrasah dapat terbebas dari Covid-19. Selain itu, peserta didik, dan juga guru madrasah dapat juga menyebarkan informasi ini kepada keluarga dan kerabat sekitarnya.

Seperti dilansir republika.co.id pada 13/10/20, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, karena pentingnya sarana sanitasi di madrasah, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memasukkan tiga indikator terkait sanitasi di madrasah dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

“Indikator tersebut antara lain ketersediaan sarana air, sanitasi, dan kebersihan yang Iayak serta memadai,” kata Ramdhani saat Peluncuran dan Sosialisasi Profil Sanitasi Madrasah 2020 Dalam Rangka Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia di Jakarta, Selasa (13/10)

Ia mengatakan, ketersediaan sarana air, sanitasi dan kebersihan sangat penting untuk menjaga kesehatan terutama pada era pandemi Covid-19. Ketersediaan sarana cuci tangan dengan air mengalir dan sabun dapat mencegah penularan penyakit yang belum ditemukan obatnya ini.

Ketersediaan sarana air, sanitasi dan kebersihan juga berdampak positif pada partisipasi pendidikan. “Peserta didik yang sehat tentunya terhindar dari tidak masuk sekolah atau membolos karena sakit,” ujarnya.

Ramdhani menjelaskan, adanya toilet yang terpisah antara laki-Iaki dan perempuan dapat mendorong partisipasi pendidikan perempuan. Sehingga tidak salah jika dikatakan sanitasi madrasah ini mendorong kesetaraan gender.

Ia menambahkan, dengan mendorong pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah dari toilet dan setelah bermain. Maka peserta Didik juga dapat menjadi agen perubahan bagi rekan-rekannya yang lain.

“Tidak saja di sekolah, berdasarkan studi pelaksanaan program sanitasi di berbagai sekolah dan madrasah di seluruh dunia, peserta didik juga ternyata dapat menjadi agen perubahan bagi keluarga dan masyarakat di sekitar,” jelasnya. (RB)