Ketum Muhammadiyah Tanggapi Pembangunan Museum Rasulullah

0
9
Ketum Muhammadiyah Tanggapi Pembangunan Museum Rasulullah
Ketum Muhammadiyah Tanggapi Pembangunan Museum Rasulullah

Ibadah.co.id – Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menanggapi pembangunan museum Rasulullah di Indonesia. Ia memberikan tanggapan yang positif atas pembangunan tersebut. Indonesia dapat memanfaatkan hal itu sebagai penambah khazanah keislaman.

Seperti dilansir republika.id pada 14/11/20, Wakil Ketua Umum PP Dewan Masjid Indonesia (DMI), Syafruddin, bersilaturahim dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Grha Suara Muhammadiyah, Yogyakarta, Jumat (13/11). Kedua tokoh antara lain membahas pendirian Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam.

Pada kesempatan itu, Haedar menyampaikan apresiasinya atas pembangunan museum tersebut. Ia menilai, museum yang akan dibangun di Ancol, Jakarta, tersebut merupakan tonggak sejarah Islam yang strategis. Sebab fasilitas tersebut akan mengungkapkan sejarah Rasulullah dengan utuh. Sejarah tersebut akan menginspirasi manusia untuk berbuat kebaikan dalam hidup ini.

Juga untuk mendakwahkan Islam yang otentik. “Museum ini akan menjadi titik pangkal menyambung masa lampau Islam Indonesia yang maju, jaya, dan moderat ke masa depan Islam Indonesia yang tentu akan menjadi bagian dari pusat keunggulan dunia,” ujar Haedar.

Sebagai salah satu pembina museum, Haedar menambahkan, pihaknya akan menjadi pilar yang bertanggung jawab atas keberlangsungan museum tersebut. Ia berharap kemanfaatan dari museum ini dapat terus dirasakan hingga ke masa depan.

“Museum ini tidak bisa kalau sudah jadi, lalu begitu saja. Kelangsungannya bagaimana umat memanfaatkan museum itu kan penting. Kebetulan di Indonesia ini pemahaman tentang sejarah itu kurang, termasuk anak-anak muda saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Haedar mengatakan, museum ini akan menjadi muruah umat Islam Indonesia. “Melalui museum ini, kita punya tonggak tentang masa lalu yang positif tentang Indonesia dan Islam Indonesia, di mana Islam Indonesia beragam, tapi membangun satu kesatuan dan lalu melahirkan Indonesia,” katanya.

Peletakan batu pertama pembangunan museum ini sudah dilakukan pada Februari 2020. Pembangunan museum ini diprakarsai oleh tiga organisasi utama, yakni Liga Muslim Dunia, Yayasan Waqaf Assalam Makkah, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Wakil Ketua Umum DMI Syafruddin mendapat amanah sebagai ketua pembangunan museum.

Dalam silaturahim dengan jajaran PP Muhammadiyah, Syafruddin menyampaikan terima kasih kepada Haedar yang merupakan salah satu pembina pembangunan Museum Sejarah Rasulullah SAW dan Peradaban Islam tersebut. “Semoga apa yang dinasihatkan dan dicita-citakan termasuk yang diupayakan dan ikhtiarkan dapat terwujud,” kata Syafruddin.

Ia berharap museum ini bisa membawa seluruh anak bangsa Indonesia bersatu dan kompak. Pasalnya, museum ini akan menjawab secara fakta bagaimana kehidupan dan tingkah laku Nabi Muhammad SAW.

“Tidak ada lagi terjadi diksi atau fiksi-fiksi yang berbeda satu sama lain tentang keumatan, khususnya pandangan-pandangan kita tentang Islam rahmatan lil ‘alamin,” katanya. Menurut Syafruddin, Museum Rasulullah SAW mengangkat hal-hal tentang keumatan, kebangsaan, dan pandangan tentang Islam yang rahmatan lil ‘alamiin. “Museum ini menjawab bagaimana Rasulullah dan kehidupannya, dalam segala tingkah lakunya tampil secara fakta.’’ (RB)