Muhammadiyah: Mesti Beradab Lawan Ujaran Kebencian Pada Nabi

0
16
Muhammadiyah: Mesti Beradab Lawan Ujaran Kebencian Pada Nabi
Muhammadiyah: Mesti Beradab Lawan Ujaran Kebencian Pada Nabi

Ibadah.co.id – Umat muslim di seluruh dunia mesti beradab ketika melawan ujaram kebencian yang ditujukan kepada Nabi Muhammad. Meski ujaran kebencian itu disampaikan dengan tak beradab, umat muslim mesti sadar bahwa Islam selalu mengajarkan umatnya untuk mempertahankan keberadaban.

Di tengah wacana masyarakat dunia akan penghinaan kepada Nabi Muhammad melalui sebuah karikatur yang diterbitkan ulang oleh Charlie Hebdo, umat muslim mesti tenang. Apalagi di tengah perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad. Sikap-sikap Nabi Muhammad dalam menghadapi umatnya yang membangkang mesti menjadi contoh nyata.

Seperti dilansir republika.co.id pada 31/10/20, umat Islam mendapatkan ujian saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini. Serangan Islamofobia masih menjangkiti dunia global. Sentimen itu diperparah dengan pernyataan rasial dari Presiden Prancis Emmanuel Macron belakangan ini.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menilai penghinaan terhadap Rasulullah patut disesalkan. Hal itu tidak bisa diterima oleh masyarakat Muslim maupun umat beragama lainnya yang menjunjung tinggi peradaban.

Haedar beranalogi, jika para tokoh dunia dari berbagai kerap dihormati, sangat disesalkan apabila sosok seperti Nabi Muhammad SAW justru dihinakan dan dinistakan. Apalagi, dia berpendapat, hal itu terjadi justru di negara-negara maju yang kerap mengeklaim diri sebagai negara dengan masyarakat yang berperadaban tinggi. “Sangat paradoks jika masyarakat di negara maju berperilaku rendahan, dari segi hak asasi manusia pun menistakan seorang Nabi tidak dibenarkan,” ujar dia, seperti dikutip dari Dialog Jumat.

Dia menilai, pihak yang mengaku sebagai penganut HAM tidak dibenarkan menghina hak asasi manusia lainnya. Di negara terbelakang pun tidak dibenarkan jika ada perilaku penghinaan kepada Nabi. Untuk itu, dia mengajak kepada umat Islam seluruh dunia untuk membela Nabi dari bentuk penghinaan. Haedar menjelaskan, pembelaan mesti dilakukan dengan cara yang sesuai hukum dan demokrasi, juga dilakukan secara berkeadaban. Menurut dia, melawan perilaku tidak beradab harus dilakukan dengan cara yang beradab. Umat Islam pun diimbau agar tidak melakukan per buatan yang sama rendahnya sebagaimana yang dilakukan Macron. “Tunjukkan bahwa umat Islam itu berakhlak mulia,” ujar dia. (RB)