Pesantren di Cilacap Ajarkan Santrinya Keterampilan Pertanian

Pesantren di Cilacap Ajarkan Santrinya Keterampilan Pertanian
Pesantren di Cilacap Ajarkan Santrinya Keterampilan Pertanian

Ibadah.co.id – Pondok Pesantren El Muslim di Desa Pesahangan, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap mengajarkan santri-santrinya keterampilan pertanian. Pengasuh Pondok Pesantren El Muslim, KH DR Fathul Aminduin Aziz mengakatan bahwa santrinya bukan saja mengaji, namun juga belajar pertanian.

Seperti dilansir gatra.com pada 2/1/21, Pondok Pesantren El Muslim di Desa Pesahangan, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap mengembangkan kurikulum pesantren yang dikombinasikan dengan potensi lokal, yakni pertanian. Menariknya, santri tak dikenai biaya apapun, alias gratis.

Pengasuh Pondok Pesantren El Muslim, KH DR Fathul Aminduin Aziz mengatakan pertanian menjadi pendidikan vokasi yang penting untuk santri. Pasalnya, sebagian besar santrinya memang berasal dari pedesaan dengan latar belakang keluarga petani.

Kata dia, di pesantren ini, santri diajari untuk mengidentifikasi jenis komoditas yang menjanjikan dan bernilai ekonomi tinggi. Mereka juga diajak untuk terjun langsung ke lahan pertanian, yang juga berfungsi sebagai laboratorium lapangan. “Selain mengaji, santri belajar pertanian,” kata Aziz, yang juga akademisi di IAIN Purwokerto ini.

Dia menjelaskan, santri belajar teknik budidaya durian, alpukat, jambu kristal, dan tanaman buah lainnya. Di luar itu, mereka juga bercocok tanam sayuran, padi, dan komoditas hortikultura lainnya. Komoditas andalannya adalah durian, sehingga pesantren ini juga dikenal dengan julukan Pesantren Durian.

Santri juga belajar merawat pandan. Tanaman penting untuk masyarakat Pesahangan dan sekitarnya yang mayoritas berprofesi sebagai perajin tikar. Di lokasi yang sama, ada sekitar enam hektare kebun durian yang dikelola dan dikerjasamakan oleh Yayasan Nurjalin dan Pondok Pesantren El Muslim dengan masyarakat sekitar. “Perkebunan durian, terintegrasi dengan pandan yang merupakan komoditas penting untuk perajin di Pesahangan dan sekitarnya,” ujarnya.

Usai praktik tani, santri dan siswa lantas kembali ke pesantren. Mereka mengaji hafalan Jus Amma, bacaan salat, memperdalam tajwid, serta belajar doa dan hadist.

Di luar kegiatan bertani, santri juga bersekolah di SMK yang didirikan terintegrasi dengan pesantren. Di satu sisi, santri mempelajari pertanian, namun di sisi lainnya juga belajar teknologi atau IT. Kombinasi keahlian pertanian dan kemampuan IT ini akan mendongkrak sektor pertanian di masa mendatang. “Belajar IT-nya di SMK yang juga terintegrasi dengan pesantren. santri tak hanya mengaji, akan tetapi juga berlatih pertanian secara intensif,” ujarnya. (RB)

1 COMMENT

Comments are closed.