Bersaing Ketat, Ini Para Pemenang Lomba Video Pendek Jejak Wali Nusantara 2020

0
17
Bersaing Ketat, Ini Para Pemenang Lomba Video Pendek Jejak Wali Nusantara 2020
Bersaing Ketat, Ini Para Pemenang Lomba Video Pendek Jejak Wali Nusantara 2020

Ibadah.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan pemenang Kompetisi Islamic Short Movie Jejak Wali Nusantara, Rabu (23/9) di Grogol, Jakarta Barat. Lomba di tahun ke tiga ini diikuti oleh puluhan peserta yang bersaing dengan ketat.

Ini pula yang sedikit bikin ‘bimbang’ para dewan juri dalam melakukan penilaian. Namun dengan segala kemampuan dan keahliannya, akhirnya dewan juri yang terdiri dari unsur Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Lembaga Sensor Film (LSF), Praktisi Penyiaran, budayawan, seniman, serta unsur Kementerian Agama pada 16-18 September lalu memutuskan mana saja para pemenang lomba tersebut.

Sebelum memasuki tahap penilaian nasional, para peserta sebelumnya telah menjuarai lomba serupa di tingkat provinsi. Sehingga yang mengikuti lomba tingkat nasional ini adalah orang-orang pilihan terbaik dari daerahnya masing-masing.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi dalam sambutannya mengatakan di nusantara, kebudayaan lokal disisipi oleh budaya Islam. Kini tantangan berat pun dihadapi para pemuda atau generasi milenial.

“Masa depan budaya Islam ditantang dengan tantangan lain di era milenial. Ada memang kemunculan budaya pop, misalnya bernuansa Islam, tapi liriknya kadang dangkal, dan ia tidak bertahan lama,” katanya.

Sementara Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, seni budaya adalah wadah bagi keberlangsungan perkembangan syiar islam di era sekarang salah satunya melalui media video.

“Zaman digital saat ini, video adalah sarana terbaik dalam menyiarkan dakwah Islam,” katanya.

Sedangkan Kasubdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam, Sayid Alwi Fahmi mengatakan, diadakannya lomba video pendek ini bertujuan untuk mengokohkan kesadaran generasi muda akan nilai-nilai budaya Islam yang dibawa para pendakwah di masa lalu, yang dalam terminologi masyarakat dipanggil dengan sebutan wali.

“Lomba ini secara umum ditujukan untuk memberi perlindungan, pembinaan, pengembangan, dan pelestarian khazanah budaya Islam yang dibawa para ulama kita di masa lalu. Jangan sampai kesadaran kita akan sejarah dan kebudayaan Islam ini terkikis,” katanya, Rabu (23/9).

Fahmi menyatakan tahun ini adalah kali ketiga Kementerian Agama menggelar lomba video yang mengangkat tema kebudayaan Islam di Nusantara.

Sebelumnya, perhelatan yang ditujukan pada kelompok milenial itu digelar dengan tema ‘Situs Sejarah Islam di Nusantara’ (2018), dan ‘Tradisi dan Budaya Islam Indonesia’ (2019).

Lomba Video Pendek tentang Jejak Wali di Nusantara diikuti 48 peserta yang berasal dari berbagai unsur.

Keenam pemenang lomba video tersebut adalah

– Juara I, video berjudul “The Journey” (DIY) dengan poin 790;

– Juara II, video berjudul “Wali Sigedong” (Jateng), dengan poin 700;

– Juara III, video berjudul “Jejak Islam di Tanah Seberang” (Jambi), dengan poin 670;

– Juara IV, video berjudul “Syeikh Abdurrauf As-Singkily, Ulama Toleran Pengawal Titah Empat Ratu” (Aceh), dengan poin 660;

– Juara V, video berjudul “Aulia 44” (Aceh), dengan poin 630; dan

– Juara VI, video berjudul “Hikayat Sang Guru KH Zaenuri” (Kalteng), dengan poin 600.

Hadiah pemenang diserahkan langsung oleh Wamenag, didampingi Dirjen Bimas Islam, dan Sesditjen Bimas Islam. (ed.As/ibadah.co.id/rilis).