Ibadah.co.id-Kepergian Gleen Fredly sebuah kesedihan bagi para musisi Indonesia. Di usia 44 tahun, dia menghembuskan napas terakhirnya setelah beberapa waktu lalu melantunkan Shalawat Badar. Hal ini membuktikan sebuah toleransi indah dari Gleen sebagai umat Nasrani.
Glen tidak hanya melantunkan lagu-lagu romantis, tapi juga lagu-lagu Islami seperti shalawat. Meskipun identitas Glen diperbincangkan saat melagukan “Selamat Hari Lebaran”, namun tak begitu viral daripada meninggalkannya dia.
Kesedihan mendalam di alami para musisi tanah air dan para ngefansnya. Di media sosial bertebaran foto sosok Gleen serta tangisan atas kepergiannya yang begitu cepat.
Gleen membuktikan kepada seluruh manusia di muka bumi ini sikap teleransi beragama sangat penting untuk menjaga keharmonian hubungan berbangsa dan bernegara. Meskipun dia beragama Nasrani, tapi dia menghargai agama yang lain termasuk Islam.
Dikutip di Republika, Kamis (09/04), Glen juga lebih mementingkan persatuan umat. Hal ini dibuktikan lewat perkataan Pandji Pragiwaksono saat menerima undangan Gleen sebagai perwakilan umat Islam ke sebuah gereja.
“Waktu itu geu bingung mesti memakai salam apa untuk membuka speechgw. Lalu menghadap ke Gleen dengan tatapan kasih putihnya itu memberikan energi keyakinan untuk mengucapkan Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu. Hebatnya, seluruh gereja menjawab salam sesuai dengan salam umat Islam. Di situlah saya yakin, Gleen melakukan persatuaan antar umat terbangun di negara ini,” kata Pandji di penampilan Stand-up comedynya. (HN/Kontributor)