Ibadah.co.id- Pada masa pandemi Covid-19 banyak hal tidak terduga yang terjadi. Seperti yang terjadi pada beberapa lini pelaku usaha. Melansir dari kompas.co.id pada Senin, (07/09/30), Trini Midiyati, sebagai pelaku usaha di bidang produsen jilbab Deenay sangat merasakan dampak nyata adanya Covid-19. Apalagi masyarakat lebih memprioritaskan hal-hal medis dan kebutuhan pokok lain.
“Bukan hanya bagi Deenay saja, tapi tahun ini merupakan tahun sulit bagi hampir seluruh pebisnis busana,” tuturnya.
Brand lokal asal Bandung ini memiliki strategi sendiri untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19 ini. Caranya dengan tetap mempertahankan kualitas dari produk jilbab Deenay.
Trini kemudian menjelaskan bahwa di tengah pandemi dia tetap mempertahan kualitas produk jilbab Deenay. Selain kualitas, Deenay juga tetap mempertahankan ciri khas produknya,yaitu gaya geometrik.
“Tetap mempertahankan kualitas agar kita tetap ada di hati para pelanggan,” ucapnya.
Trini mengaku tidak akan menyerah dan mencoba untuk bertahan di tengah pandemi supaya usahanya tetap dapat berdiri. Di sisi lain, Trini menaambahkan bahwa di tengah-tengah kesulitan, dia berusaha berinovasi untuk menumbuhkan rasa saling memiliki antara Deenay dan resseller Deenay. Dia membuat program baru bernama Deenay Berbagi.
Dalam program ini, Deenay membagikan sembako, membuat dapur umum dan berdakwah di tengah masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19. Kemudian, pemberian Alat Pelindung Diri (APD) diserahkan kepada rumah sakit dan puskesmas di beberapa daerah Indonesia. (DAF)