Take a fresh look at your lifestyle.

Klarifikasi FPI Reborn Deklarasi Anies Capres 2024

0 143

Ibadah.co.id – Koordinator dari kelompok yang menamakan diri Front Persaudaraan Islam (FPI) Reborn KH Choirul Anam, memberikan klarifikasi dalam sebuah video terkait aksinya bersama para jamaah yang mendeklarasikan dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Capres pada 2024 di kawasan Monas, Jakarta, pada Senin 6 Juni 2022.

Dalam video yang diunggah di akun Twitter @DPP_LIP, Choirul Anam menjelaskan dirinya telah ditipu oleh seorang pria bernama Edi. Karena itu, dirinya meminta maaf kepada pihak Front Persaudaraan Islam atau FPI.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Atas nama Al fakir Kyai Haji Choirul Anam, meminta maaf kepada Front Persaudaraan Islam,” kata Choirul dalam seebuah video berdurasi 2 menidt 20 detik, yang dikutip Selasa (7/6/2022).

Terkait kronologi kejadian, dirinya menceritakan semua bermula pada malam hari, sekira pukul 21.00 WIB, ia dihubungi oleh seseorang bernama Edi.

Dalam perbicangan tersebut. ia mengaku diminta untuk membacakan doa pada sebuah acara yang digelar di Monas, Jakarta, keeseokan harinya. Choirul kemudian mengajak jamaahnya untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Pagi-pagi saya mengajak jamaah dan santri, mengajak ke Monas. Saya berangkat jam 7 dari lokasi menuju ke lokasi di Monas,” ujarnya.

Sesampainya di lokasi, dirinya kaget karena terdapat mobil komando seperti hendak berunjuk rasa. Selain itu, ia melihat ada pihak yang membagikan bendera FPI. Namun, ia merasa aneh karena tidak melihat satu pun pengurus atau tokoh dari Front Persaudaraan Islam (FPI).

“Saya merasa tertipu dan dibohongi dan diperalat. Selesai acara tersebut jam 11.30, Bapak Edi memberikan para jamaah setiap orang Rp150.000,” tuturnya.

Namun, hingga akhir video, Choirul tidak menjelaskan siapa sosok Edi yang dimaksudnya.

Untuk diketahui, sekelompok orang mengatasnamakan FPI Reborn melakukan aksi turun ke jalan mendeklarasikan dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju pada Pilpres 2024, di kawasan Patung Kuda, Jakarta, pada Senin 6 Juni 2022.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FPI langsung membantah aksi yang mengatasnamakan FPI Reborn tersebut.

Ketua Umum DPP FPI Muhammad Alattas mengatakan ada gerakan intelijen yang sangat berbahaya untuk menggerakkan massa tidak dikenal menggunakan nama FPI untuk mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan.

“Beberapa hari sebelumnya, mereka lewat medsos telah menyebarkan undangan aksi tersebut dengan kop surat FPI yang dipalsukan,” kata Alattas melalui pernyataan resminya.

Alattas menjelaskan, surat yang telah dipalsukan itu diketahui tanpa dibubuhkan tanda tangan maupun stempel dengan mengatasnamakan M Fahril sebagai koordinator aksi. Menurut Alattas, sejak Front Persaudaraan Islam berdiri, kelompoknya tidak pernah terlibat dalam aksi dukung-mendukung calon presiden atau Capres 2024 mana pun. (RB/okezone)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy