Ibadah.co.id-Kebijakan Raja Salman Arab Saudi yang menutup akses parisiwata dan kegiatan ibadah umat Islam dunia belum diketahui sampai kapan akan berakhir.
Monumen bersejarah Islam, ka’bah untuk saat ini masih tahap disterilisasi dari virus corona yang semakin meningkat di negara Islam.
Kebijakan Raja Salman tersebut menjadi pertanyaan besar di berbagai negara, sebab setiap tahunnya akan mengirimkan para jamaah untuk niat melaksanakan umrah atau haji.
Dikutip di laman Republika, Kasubdit Kepala Subdirektorat Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggara Ibadah Haji Khusus Kemenag Mulyo Widodo masih menunggu keputusan pemerintah Arab Saudi pada kegiatan haji disebabkan virus corona.
“Kami masih menunggu keputusan dari Saudi terkait kebijakan lainnya untuk perjalanan haji dan adanya virus corona ini,” ujar dia.
Kamenag menghimbau kepada para jamaah untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan serta mengikuti arahan tim medis kesehatan negara untuk menghindari dampak serius terhadap gagalnya kegiatan haji.
Kamenag telah menyurati Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dan Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaran Ibadan Haji (BPS-BPIH) untuk menyampaikan kepada jamaah haji khusus tetap melakukan pelunasan BPIH Khusus sesuai waktu yang ditentukan meski pemerintah Arab Saudi masih belum mencabut penghentian sementara ibadah umrah dan ziarah Arab Saudi. (HN/Kontributor)