Take a fresh look at your lifestyle.

K. Muhammad Syahid Munawar: Mengabdi di Pesantren Sebuah Jihad

0 157

Ibadah.co.id-K. Muhammad Syahid Munawar, seorang kiai di desa Gersik Putih, Ketua MWCNU Gapura, Ketua Yayasan Nasy’atul Muta’allimin, dan Ketua Yayasan MI Tarbiatul Athfal Gersik Putih. Meskipun beban amanah yang diterimanya, namun beliau mampu menjalankan semuanya dengan baik dan sistematis.

Beliau seorang alumni Pesantren Nasy’atul Muta’allimin Gapura Timur. Beliau sudah terkenal kealiman serta kecerdasan dalam segala hal. Banyak orang beranggapan bahwa, K. Syahid memiliki ilmu ladunni. Konon, saat di sekolah, beliau sering tidur namun saat disuruh menjelaskan, Allah memberikan kefahaman dan kelancaran dalam materi yang diajarkan saat itu juga.

Beliau alumni sarjana di Malang, namun lebih memilih untuk mengabdi di Nasy’atul Muta’allimin. Sebab, seorang santri tidak akan lupa berapa besar jasa guru yang mendidik di pesantren hingga menjadi seorang yang alim.

“Mengabdi adalah jihad. Jika seorang mengabdi di jalan Allah, maka Allah menanggung segala kebutuhannya, tapi harus didasari rasa cinta. Namun, pengabdian itu dilakukan setengah hati, maka, hasilnya pun setengah,” tegas K. Syahid Munawar di kediamannya (13/04).

Beliau menyebutkan, jika Nasy’atul Muta’allimin butuh bantuan, maka ia langsung melakukan meskipun berbarengan dengan kebutuhan keluarga. Beliau berprinsip, “Tidak ada kata tidak untuk Nasy’atul Muta’allimin”. Lewat prinsip teresebut, rasa kecintaan dan pengabdian tulus untuk Nasy’atul Muta’allimin tetap berkobar. (HN/Kontributor)

Sumber: Jurnal Imtihan Nasy’atul Muta’allimin

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy