John Kosasih: Kalau Pembiayaan Komersialnya Tinggi, UMKM Juga Tumbuh Subur

0
350
John Kosasih: Kalau Pembiayaan komersialnya Tinggi, UMKM Juga Tumbuh Subur
John Kosasih: Kalau Pembiayaan komersialnya Tinggi, UMKM Juga Tumbuh Subur

Ibadah.co.id – Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih dalam pemaparan Kinerja BCA Syariah 2019, di Kantor Pusatnya, Jakarta, (18/2/2020) menegaskan bahwa segmen pembiayaan komersial BCA Syariah masih tetap fokus utama. Sebab dengan itu juga segmen UMKM akan terus tumbuh subur.

“Biasanya sektor komersial ini memang jalan duluan, kemudian menyusul UMKM. Kalau komersialnya lebih banyak (pembiayaannya besar), umkm juga akan tumbuh subur. Dalam hal ini, saya tak mengatakan UMKM tidak tumbuh. UMKM sekarang terus tumbuh apalagi sudah main digital. Dulunya mereka yang konsentrasi di offline, seperti di Mangga Dua atau Tanah Abang, sekarang sudah diskosentrasi. Mereka juga berjualan lewat online,” ujar Presiden Direktur yang ditetapkan pada RUPST tanggal 6 Maret 2019 untuk periode jabatan 3 tahun sampai dengan RUPST 2022.

Lebih lanjut, John mengatakan walau sebelumnya dari dulu BCAS lebih fokus di komersial, namun kalau diperhatikan di tahun 2019 pertumbuhan kredit secara nasional itu 6 persen. Kalau dibedah lagi dari 6 persen, sebenarnya pertumbuhannya banyak ditopang oleh sektor infrastruktur. Dari infrastruktur ke komersial.

Kalau dilihat dari data pemaparan kinerja keungan BCA Syariah di Desember 2019, komposisi pembiayaan terbesar disalurkan untuk pembiayaan komersial sebesar Rp4,34 triliun dengan komposisi sebesar 76,6%, diikuti oleh pembiayaan UMKM sebesar Rp1,18 triliun dengan komposisi 20.96% dari total portofolio pembiayaan.

“Kita memang masih memfokuskan di sektor komersial. Sebab keahlian kita lebih menonjol di sektor itu. Namun di sektor UMKM juga terus ditingkatkan. Kita tak mengabaikan UMKM yang jumlahnya puluhan ribu di Indonesia ini. Kita selalu berusaha meningkatkan pembiyaan di sektor ini, walau tumbuhnya perlahan. Tahun 2018 pembiayaan UMKM sebesar Rp 1,010 triliun atau komposisinya 20,62 persen meningkat menjadi Rp1,18 triliun dengan komposisi 20.96 persen,” terangnya.

Menurutnya, ini terjadi karena memang dari awal BCAS lebih mengarah ke komersial seperti BCA sebagai induknya. Walau begitu tetap untuk rasio UMKM selalu diperhatikan. Rasionya terus ditingkatkan dari tahun ke tahun agar terus memenuhi keinginan regulator yakni di atas 20 persen untuk pembiayaan di sektor UMKM ini. (ed.AT/ibadah.co.id)