7 Poin Berikut Jadi Bahasan Utama dalam Kunjungan Jokowi ke UAE Awal Tahun Ini

0
489
7 Poin Berikut Jadi Bahasan Utama dalam Kunjungan Jokowi ke UAE Awal Tahun Ini
7 Poin Berikut Jadi Bahasan Utama dalam Kunjungan Jokowi ke UAE Awal Tahun Ini

Ibadah.co.id – Presiden Jokowi beserta rombongan dijawalkan berkunjung ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada 11-13 Januari 2020. Dalam kunjungan bilateral itu, rencananya akan menyepakati sejumlah point terkait dengan keagamaan, ekonomi, pertahanan, pencegahan terorisme, pendidikan, dan lainnya. Tak ketinggalan juga soal wakaf.

Thobib Al-Asyhar yang merupakan tim ahli dari Biro Hukum dan KLN mengatakan terkait pertemuan itu sudah disiapkan drafnya yang akan menjadi acuan.

“Draft sudah siap untuk ditandatangani  saat pertemuan antara Presiden Jokowi dan Crown Prince Muhammed Bin Zayyed (MBZ) di istana kepresidenan Qasr al-Watan, Abu Dhabi,” terang Thobib di Abu Dhabi, Kamis (09/01).

Menurutnya, draft MoU dinyatakan final setelah dibahas bersama Tim Aju Substansi antara delegasi dari Kementerian Agama bersama dengan K/L lainnya dengan Tim Kementerian Luar Negeri Pemerintah Emirat Arab (PEA). Selain bidang Urusan Agama Islam dan Wakaf, kedua pemimpin negara akan menandatangani sekitar 12 MoU, baik G to G maupun B to B.

Hal lain yang akan menjadi pembicaraan dan kesepakatan dalam pertemuan puncak kedua pemimpin negara adalah bantuan hibah (grant) Pemerintah UEA berupa pembangunan fisik Grand Mosque Muhammad bin Zayyed di Solo, Jawa Tengah. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen UEA bersama RI untuk membangun masjid yang ramah bagi semua orang dan penyebaran Islam wasathiyah (moderasi beragama).

Pada draf itu diketengahkan tujuh poin berikut: Pertama, pertukaran pengalaman dan keahlian untuk mempromosikan konsep-konsep moderasi beragama, nilai-nilai toleransi, dan meningkatkan kesadaran publik dalam menghadapi bahaya ekstremisme.

Kedua, pengembangan kapasitas imam, khatib, dan mufti melalui berbagi praktik terbaik. Ketiga, pertukaran keahlian di bidang penghafalan Al Qur’an, pembacaan dan terjemahan Al-Qur’an dan Sunnah.

Keempat, pertukaran pengalaman di bidang manajemen wakaf, pengembangan dan investasinya. Kelima, bertukar cetakan, publikasi, dan terjemahan Kitab Suci Al Qur’an serta hasil cetakan, hasil penelitian, publikasi, dan majalah.

Keenam, pertukaran keahlian dalam pembangunan, pemeliharaan dan pengelolaan masjid yang bertujuan untuk mempromosikan masjid sebagai tempat ibadah dan bimbingan keagamaan moderat yang aman. “Terakhir, pertukaran delegasi dan peserta di semua tingkatan dan partisipasi pada forum, konferensi, dan Musabaqah Al-Quran,” ujarnya.

Dalam penandatangan nanti, akan hadir juga Menteri Agama Fachrul Razi, beserta Sekjen Kemenag M Nurkholis Setiawan. Sedangkan Tim Advance yang telah diutus sebanyak dua orang dari Biro Hukum dan KLN, Thobib Al-Asyhar, dan Ditjen Bimas Islam, Achmad Zamroni. (ed.AS/ibadah.co.id/kemenag)