Akhlak, Fondasi Utama Setiap Diri Manusia

Akhlak, Fondasi Utama Setiap Diri Manusia
Akhlak, Fondasi Utama Setiap Diri Manusia

Ibadah.co.id – Dalam karya Ar-Rafi’i, Wahyu Qalam, tertulis “Seandainya aku meminta untuk menghimpun kandungan filsafat Islam, maka dua kata cukup untuk mewakilinya yaitu keteguhan akhlak”. Hal itu menunjukan bahwa Akhlak menjadi hal yang amat penting dan merupakan fondasi diri setiap manusia.

Seperti yang diriwayatkan Malik, Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.”  Dikutip dari Abu Amru Khalid, Semulia Akhlak Nabi SAW, Ia diutus untuk menyempurnakan akhlak ummat manusia.

Surah al-Anbiya: 107: menjelaskan bahwa “Dan Kami tidak mengutusmu kecuali sebagai rahmat seluruh semesta alam.” Dalam surah itu dijelaskan bahwa Nabi SAW benar-benar diutus untuk menjadi penyelamat bagi ummat melalui akhlak.

Tapi apakah kita pernah berpikir, bahwa kenapa bukan shalat, puasa doa, zikir dan lain-lain yang lebih didahulukan?

Ibadah dalam arti luas memang mencakup semuanya, termasuk akhlak. Jadi, sesungguhnya akhlak lebih esensial daripada ibadah secara lahiriyah, karena tujuan utama setiap ibadah adalah memperbaiki akhlak.

Maka dari itu, ibadah seperti shalat misalnya, akan terhubung untuk memperbaiki akhlak Anda. Allah SWT berfirman: “Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS al-Ankabut: 45)

Dalam sebuah hadist qudsi, seperti yang tertulis di halaman republika.co.id, Allah SAW berfirman: “Sesungguhnya Aku menerima shalat dari seseorang yang mengerjakannya dengan khusyuk karena kebesaran-Ku, dan dia tidak mengharapkan anugerah dan shalatnya karena sebagai hamba-Ku (makhluk-Ku), dan dia tidak menghabiskan waktu malamnya karena bermaksiat kepada-Ku, menghabiskan waktu siangnya untuk berdzikir kepada-Ku, mengasihi orang miskin, ibnus sabil, mengasihi Anda dan menyantuni orang yang sedang terkena musibah.” (HR az-Zubaidi).(HN/Kontributor)