Belajar dari Buku “Gus Sholah : Sang Arsitek Pemersatu Umat”

0
18
Belajar dari Buku “Gus Sholah: Sang Arsitek Pemersatu Umat”
Belajar dari Buku “Gus Sholah: Sang Arsitek Pemersatu Umat”

Ibadah.co.id – Memperingati 1 tahun wafatnya Gus Sholah, Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur menggelar acara launching dan bedah buku berjudul ‘Gus Sholah: Sang Arsitek Pemersatu Umat’ secara vitual pada Selasa (2/2).

Turut hadir keluarga besar Gus Sholah, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz dan penulis buku Syaifullah Maksum.

Syaifullah Maksum mengatakan, buku ini menampilkan data dari narasumber yang kompeten dan melengkapi buku Gus Sholah yang terbit sebelumnya. Buku ini juga menampilkan sisi lain dari tokoh yang merupakan Pengasuh ke-7 Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

“Buku ini ditulis dengan jujur, dengan menampilkan kelebihan dan keunggulan beliau. Namun, itulah menariknya,” ujarnya.

Dalam buku ini juga ditampilkan bagaimana karier Gus Sholah dalam politik kekuasaan di Indonesia. Gus Sholah pernah terlibat langsung dalam pesta demokrasi lima tahunan berupa pemilihan wakil presiden. Namun, saat itu cucu dari KH Muhammad Hasyim Asy’ari ini kalah.

Syaiful menyebutkan, sikap Gus Sholah dalam politik sangat jujur, anti suap, dan anti korupsi. Ia juga menulis tentang perubahan sikap dan lingkungan Gus Sholah yang awalnya elitis menjadi lebih merakyat. Sifat elitis ini dikarenakan Gus Sholah yang berprofesi sebagai arsitek banyak bergaul dengan kalangan menengah ke atas.  

“Awal hidupnya Gus Sholah juga dikenal elitis dan kurang merakyat. Namun, ini berubah hingga beliau wafat banyak memperhatikan kegiatan masyarakat,” sambungnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz menjelaskan jika dirinya banyak belajar dari Gus Sholah. Baginya, sosok Gus Sholah adalah kepribadian yang mengamalkan ilmu agama dengan baik.

“Gus Sholah ini inspirasi dan contoh teladan yang harus kita lanjutkan. Bagi saya, di pesantren ini banyak hal yang dirintis beliau hingga akhir hayat. Tanpa berpikir untuk diri sendiri. Soal keikhlasan,” tegas tokoh yang akrab disapa Gus Kikin ini.  

Melalui buku baru Gus Sholah ini, bisa menjadi rujukan bagi setiap individu yang ingin lebih jauh mengenal sosok Gus Sholah dari berbagai sisi.

“Saya melanjutkan apa yang sudah beliau lakukan. Suatu kebanggaan tersendiri. Suatu fondasi yang harus dilanjutkan oleh seluruh keluarga besar KH Muhammad Hasyim Asy’ari,” tandasnya.
(NU/EA)