Menolak Lupa, Ini Pesan Alm Gus Sholah tentang Pancasila dan Islam

Menolak Lupa, Ini Pesan Alm Gus Sholah tentang Pancasila dan Islam
Menolak Lupa, Ini Pesan Alm Gus Sholah tentang Pancasila dan Islam

Ibadah.co.id-Salah satu putra terbaik bangsa Ir. Salahuddin Wahid atau akrab disapa Gus Sholah telah berpulang keharibaan Allah SWT pada Ahad 2 Februari 2020. Namun, pesan-pesan yang dilontarkan dari sosok Gus Sholah takkan pernah terlupa meski tergerus zaman.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila mengulang memori bagaimana Gus Sholah yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng menegaskan bahwa tidak ada pertentangan antara Pancasila dengan nilai-nilai yang diajarkan Islam. Pernyataan tersebut dikatakannya ketika mengisi kajian motivasi Inspirasi Ramadhan (Irama) di Masjid Salman ITB saat ditanya salah satu jamaah.

“Paham Islam dengan ideologi negara kita memang ada gerakan yang menentang pancasila. Tapi sesungguhnya Pancasila dan Islam itu tidak bertentangan. Tidak ada nilai Islam bertentangan dengan Pancasila,” kata Gus Sholah, Rabu (7/6/2016).

Melansir republika.co.id, Gus Sholah menuturkan lima hal yang disebutkan dalam Pancasila juga diajarkan oleh Islam. Sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa tentu menunjukkan bahwa Indonesia juga meyakini adanya Tuhan sebagai Sang Pencipta.

Sila kedua, ujarnya, menjunjung manusia yang mengutamakan akhlak dalam kehidupannya. Begitupun Persatuan Indonesia sebagai sila ketiga juga sama dengan Islam yang menyerukan agar terus bersatu.

“Sila keempat juga sama, Islam juga mengutamakan musyawarah dalam pengambilan keputusan. Termasuk sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia juga Islam menekankan untuk selalu adil,” ujarnya.

Para pendiri bangsa terdahulu, dinilainya juga mengedepankan aspek toleransi atas keberagaman. Sehingga terciptalah Pancasila terutama dengan sila pertamanya yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.

Ia pun menambahkan Indonesia tidak melarang syariat-syariat Islam seperti ibadah shalat. Namun memang hukum yang diterapkan bukan sepenuhnya hukum Islam karena penduduk Indonesia juga terdiri dari pemeluk agama lain. Tapi ada hukum yang juga menegakan syariat Islam. Contohnya UU perkawinan. Diusulkan perkawinan sah jika dilakukan sesuai hukum agama masing-masing.

“Saya pikir itu adalah kesesuaian antara Islam dengan Indonesia. Dan ini modal sosial yang besar yang harus dipertahankan,” ucapnya.

Ia pun berharap seluruh masyarakat Indonesia tidak lagi meributkan pertentangan Pancasila dengan nilai Islam. Namun bagaimana menerapkan nilai Pancasila dan Islam dalam kehidupan sehingga tercipta toleransi untuk perdamaian. (EA)

Baca Juga : Belajar dari Buku “Gus Sholah : Sang Arsitek Pemersatu Umat”

Baca Juga : Bangun Pemukiman di Gaza, Mesir : Untuk Generasi Muda yang Hak Hidupnya Terblokade Israel

1 COMMENT