Gus Miftah Sebut Maaher At-Thuawalibi Berkepribadian Ganda

0
4
Gus Miftah Sebut Maaher At-Thuawalibi Berkepribadian Ganda
Gus Miftah Sebut Maaher At-Thuawalibi Berkepribadian Ganda

Ibadah.co.id – KH Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih akrab disapa Gus Miftah turut angkat bicara melalui video instagram setelah gurunya, Habib Luthfi bin Yahya, diduga dihina oleh Maaher at-Thuwailibi, seorang ustadz yang ramai diperbincangkan di media sosial karena berbahasa tak biasa.

Gus Miftah mengatakan bahwa Ustadz Maheer adalah sosok berkepribadian ganda  karena sebelumnya memperingatkan seseorang agar tak menghina seorang habib, namun justru dia sendiri menghina seorang habib.

“Ustaz Maaher, saya melihat Anda itu seseorang dengan kepribadian ganda. Pertama, Anda kemarin berdebat dengan seorang wanita tepatnya Nikita Mirzani, gara-gara menurut Anda Nikita Mirzani menghina seorang habib,” kata Gus Miftah (14/11).

Menurut Gus Miftah, Ustaz Maaher sebelumnya meminta Nikita Mirzani untuk menghormati seorang habib karena keturunan nabi. Dia turut mengatakan bahwa nasihat tersebut bagus walaupun dengan bahasa yang Ustaz Maaher yang tidak berakhlak, tidak bermoral, dan tidak beretika. Kini justru Maaher-lah yang menghina seorang habib.

“Tapi di sisi lain Anda justru menghinakan habaib, dalam hal ini guru kami Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan. Saya jadi mikir, ada apa dengan Anda. Di satu sisi diminta untuk menghormati habaib, sementara di sisi yang lain Anda menghinakan habaib,” ucap Gus Miftah.

Ia juga menegaskan kepada Ustaz Maaher agar menjaga ucapan dan berlindung demam ucapan ‘kriminalisasi ulama’ ketika nanti diproses secara hukum.

“Maka saya heran, selalu saja Anda membuat masalah dan memancing-mancing. Dulu Anda menghina Gus Dur, sekarang Habib Lutfi. Jangan sampai kemudian ketika ada proses hukum, ini dilaporkan, Anda ditangkap polisi, kemudian Anda mengatakan ‘Ini namanya kriminalisasi ulama’,” tegas Gus Miftah.

Menurutnya, kalau pun Ustadz Maaher nantinya ditangkap polisi karena berbuat kriminal maka bukan krimalisasi ulama, tapi proses hukum terhadap ulama yang kriminil.

“Maka ingat Ustaz Maheer, yuk mari kita berhati-hati. Siapaun habaib saya menghormatinya. Bisa jadi saya berbeda pendapat dengan habibana Habib Rizieq, tetapi saya sangat menghormati beliau,” tambahnya.

Gus Miftah pun menambahkan bahwa Habib Luthfi bin Yahya tak akan merespons penghinaan tersebut karena beliau melihat seluruh umat islam melalui kasih sayang. Penghinaan tersebut justru dapat memantik kemarahan umat.

“Maka penghinaanmu terhadap guru kami (Habib Luthfi bin Yahya) tidak akan pernah mengurangi kemuliaan guru-guru kami. Tapi awas kalau ini terus Anda lakukan umat yang kemudian tidak terima dengan apa yang Anda sampaikan,” tegas Gus Miftah sembari mengultimatum Maheer. (ZA)