Kontribusi Muhammadiyah Dalam Penanganan Covid-19

Kontribusi Muhammadiyah Dalam Penanganan Covid-19
Kontribusi Muhammadiyah Dalam Penanganan Covid-19

Ibadah.co.id – Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi massa (ormas) Islam di Indonesia telah berkontribusi dalam penanganan Covid-19. Hal ini salah satunya ditegaskan oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti.

Seperti dilansir news.detik.com pada 3/8/21, Muhammadiyah telah menyalurkan dana lebih dari Rp 1 triliun untuk membantu masyarakat selama pandemi COVID-19. Selain itu, 75 ribu relawan dan sejumlah rumah sakit dikerahkan untuk membantu penanganan COVID-19.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti pada forum daring Universitas Muhammadiyah Gresik seperti dalam keterangan tertulis yang dikutip di situs Muhammadiyah, Selasa (3/8/2021). Kendati Muhammadiyah sudah bekerja melawan pandemi, Mu’ti memandang hal itu masih kurang.

Mu’ti menyitir pandangan Kiai Ahmad Dahlan tentang setiap ayat di dalam Al-Qur’an wajib diamalkan secara nyata untuk kemaslahatan manusia dan lingkungannya.

“Termasuk pada situasi seperti inilah sebenarnya peran kerahmatan umat Islam dan peran kerahmatan Islam itu justru menjadi sangat diperlukan. Dan oleh karena itulah maka kemudian kalau kita mengikuti sepak terjang Muhammadiyah sejak pandemi dinyatakan sebagai bencana nasional oleh pemerintah pada bulan Maret 2020 yang lalu, Muhammadiyah bahu-membahu bekerjasama dengan seluruh komponen masyarakat agar bagaimana bisa mengatasi dan berkontribusi di dalam menyelesaikan pandemi COVID-19 ini beserta permasalahan yang ada,” kata Mu’ti.

Menurut Mu’ti, Muhammadiyah telah menggerakkan semua potensi yang dimiliki untuk terlibat aktif dalam penanganan pandemi. Semua sektor itu mulai dari bidang sosial, ekonomi, kesehatan, dan keagamaan.

“Alhamdulillah tanpa bermaksud mengecilkan arti dan memberikan dimensi di mana Muhammadiyah bekerja sendiri, kami hanya ingin sedikit menyebut bagaimana Muhammadiyah sejak pandemi COVID-19 ini menurut laporan yang telah kami terima sudah melibatkan lebih dari 83 rumah sakit dari sekitar 116 Rumah Sakit Muhammadiyah yang cukup kuat,” tutur Mu’ti.

“Itu belum (termasuk) pelayanan melalui klinik-klinik Muhammadiyah dan juga melibatkan lebih dari 75.000 relawan, baik dari tenaga kesehatan maupun relawan kemanusiaan dan relawan-relawan lain, terutama yang berkaitan dengan layanan-layanan sosial dan layanan-layanan keagamaan,” imbuhnya.

Mu’ti mendapatkan laporan bahwa saat ini sudah lebih dari Rp 1 triliun yang telah disalurkan Muhammadiyah.

“Dan dari sudut dana, kami mendapat laporan sudah lebih dari Rp 1 triliun dana yang didistribusikan Muhammadiyah untuk membantu masyarakat dari semua kalangan selama pandemi COVID-19 ini,” ujar Muhammadiyah.

Kendati demikian, Mu’ti merasa Muhammadiyah masih belum mencapai pesan yang diajarkan Kiai Ahmad Dahlan. Karena itu, dia berpesan kepada seluruh anggota untuk tidak berhenti berbuat baik buat umat, bangsa, dan kemanusiaan. “Kita tentu merasa masih kurang dengan apa yang telah kami lakukan ini. Tapi kami tidak ingin bahwa persoalan COVID-19 ini akan terus berlanjut dan kemudian kita tidak segera bangkit dan kemudian kita (berharap) bisa beraktivitas sebagaimana biasa,” tutur Mu’ti. (RB)