Langgar Hukum Humaniter, PBB : Hentikan Penghancuran Rumah Rakyat Palestina

Langgar Hukum Humaniter, PBB : Hentikan Penghancuran Rumah Rakyat Palestina
Langgar Hukum Humaniter, PBB : Hentikan Penghancuran Rumah Rakyat Palestina

Ibadah.co.id-  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Israel segera menghentikan penghancuran rumah milik warga Palestina di wilayah yang diduduki. Tindakan ini dinilai telah melanggar hukum humaniter internasional.

“PBB telah berulang kali meminta Israel menghentikan pembongkaran dan penyitaan properti Palestina serta mematuhi kewajibannya sebagai kekuatan pendudukan di bawah hukum humaniter internasional,” ujar wakil juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Farhan Haq pada Ahad (18/7), dikutip laman Middle East Monitor.

Haq mengungkapkan, pekan lalu, sebanyak 84 warga Palestina yang tinggal di Rash Al-Tin, Ramallah, kehilangan tempat tinggal mereka setelah pasukan Israel menyita 49 bangunan. Menurut Haq, warga Palestina menghadapi risiko tinggi dipindah secara paksa dari lingkungan tersebut.

Menurut data resmi PBB, sepanjang tahun ini pasukan Israel telah menghancurkan setidaknya 421 bangunan milik warga Palestina di Tepi Barat.

Sebelumnya, pemerintah Palestina telah mendesak Dewan Keamanan PBB dan masyarakat internasional menekan Israel atas pembersihan etnis yang dilakukannya terhadap warga mereka di wilayah Yerusalem dan Area C Tepi Barat.

“Realitas berdarah pada rakyat Palestina oleh pendudukan (Israel) tidak hanya merusak peluang mencapai perdamaian atas solusi dua negara, tapi juga mengubah posisi internasional menjadi hanya kata-kata tanpa isi apa pun,” kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Palestina dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (17/7).

“Inilah saatnya bagi masyarakat internasional, yang dipimpin Dewan Keamanan PBB, menyadari bahwa pernyataan dan sikapnya terhadap permukiman serta kejahatan pendudukan Israel tidak cukup. Otoritas pendudukan telah mengabaikan jenis reaksi internasional semacam ini,” tandas Kemlu Palestina.

Palestina menuding Israel melancarkan perang terbuka terhadap tanah mereka, terutama di Area C Tepi Barat yang diduduki. Keberadaan warga Palestina di sana disebut hendak disisihkan.

“Bahaya dan konsekuensi dari kenyataan berdarah ini, yang mengancam kehidupan serta melemahkan pergerakan warga Palestina,” ujar Kemlu Palestina.

Baca Juga : Momen Langka! Erdogan Bicara dengan Presiden Israel, Bahas Apa?

Palestina juga menyoroti aksi penyerangan terhadap warganya oleh pemukim Israel tersebut. Serangan yang kerap menggunakan senjata itu juga disebut memperoleh persetujuan dan dukungan dari tingkat politik Israel. (EA)

Baca Juga : Mahmoud Abbas Siapkan Daftar Tuntutan untuk Israel, Apa Saja?

1 COMMENT