Cuma-cuma, Ini Senjata Canggih dan Mahal AS yang Direbut Taliban

Cuma-cuma, Ini Senjata Canggih dan Mahal AS yang Direbut Taliban
Cuma-cuma, Ini Senjata Canggih dan Mahal AS yang Direbut Taliban

Ibadah.co.id-  Pasca kemenangannya atas Tentara Nasional Afghanistan (ANA) didikan Amerika Serikat (AS), Taliban merebut senjata-senjata canggih dan mahal Amerika dari tangan ANA secara cuma-cuma. Kekalahan dan berbagai hal yang terjadi saat ini menjadi pukulan moral bagi Amerika Serikat.

Taliban berhasil menggulingkan pemerintah nasional Afghanistan yang didukung Amerika setelah kelompok itu merebut ibu kota nasional, Kabul, pekan lalu. Akhirnya Taliban resmi menduduki istana.

ANA benar-benar runtuh ketika koalisi NATO pimpinan AS mulai mempercepat penarikan tentara mereka, dengan beberapa unit menyerah tanpa perlawanan. ANA juga menyerahkan senjata serta peralatan buatan Amerika kepada kelompok militan tersebut.

Para pejabat Amerika tidak memiliki angka pasti dari jumlah senjata mahal dan canggih yang jatuh ke tangan Taliban secara gratis. Namun, penilaian intelijen Amerika menyebut kelompok militan itu kemungkinan merebut lebih dari 2.000 Humvee, kendaraan lapis baja dan kendaraan militer lainnya.

Baca Juga :

Baca Juga : Kembali Memanas! Baku Tembak di Bandara Afghanistan Tewaskan Satu Orang

Menurut penilaian intelijen tersebut, Taliban juga kemungkinan merebut 40 pesawat–termasuk Black Hawks, helikopter serang pengintai, dan drone militer ScanEagle.

Selain itu, Taliban juga diduga merebut sekitar 600.000 senapan serbu M16 dan senjata infanteri lainnya, sekitar 162.000 buah peralatan komunikasi dan 16.000 kacamata penglihatan malam, yang diberikan oleh Pentagon kepada pasukan Afghanistan sejak tahun 2003.

“Kami telah melihat petempur Taliban yang dipersenjatai dengan senjata buatan AS yang mereka sita dari pasukan Afghanistan. Ini merupakan ancaman yang signifikan bagi Amerika Serikat dan sekutu kami,” tulis anggota Kongres dari Partai Republik, Michael McCaul, dalam sebuah email, yang dikutip Reuters.

Baca Juga : Dekat dengan Petinggi Taliban, JK Optimis Taliban Tak Akan Brutal