Take a fresh look at your lifestyle.

- Advertisement -

Daftar Agama Tertua di Dunia, Yuk Simak!

0 228

Ibadah.co.id – Perjalanan agama dalam sejarah tidak cukup ratusan halaman untuk dibahas. Hingga saat ini ada beberapa banyak agama, baik yang masih eksis dianut atau sudah mulai punah. 

Agama itu sendiri adalah sebuah bentuk kepercayaan yang dimiliki manusia dan erat kaitannya dengan tatanan, ajaran, atau perintah dalam menjalani kehidupan. 

Agama Tertua

Dikutip dari Buku Sejarah Terlengkap Agama-Agama Di Dunia Dari Masa Klasik Hingga Moderen yang di tulis M Ali Imron bahwa belajar dan mengenali agama lain selain yang kita percayai adalah cara bijak bagi manusia untuk semakin memperdalam keyakinan beragamanya. Dan belajar sejarah agama tertua di dunia bisa untuk menambah pengetahuan

Daftar agama tertua di dunia sebagai berikut:

1. Brahmanisme (8.000-6.000 SM)

Kepercayaan Brahmanisme atau dikenal juga dengan nama Weda Brahmanisme adalah salah satu agama tertua di dunia yang diklaim sudah ada sejak tahun 8.000-6.000 SM atau sebelum Masehi. Meskipun banyak yang menganggap kepercayaan Brahmanisme sama dengan agama Hindu karena menyembah banyak dewa.

Namun agama ini masuk dalam daftar agama tertua dalam urutan pertama di dunia. Kepercayaan Brahmanisme meyakini adanya kekuatan alam yang berasal dari para dewa dan dewi, yakni Dewa Matahari, Dewa Api, Dewa Angkasa, Dewa Siwa, dan lainnya.

2. Hindu (7.000-6.000 SM)

Setelah kepercayaan Brahmanisme, agama Hindu yang menggunakan kitab Weda kemudian muncul setelahnya di Negara India untuk pertama kalinya. Persebaran agama Hindu kemudian dimulai dari lembah sungai Indus atau Pakistan modern.

Hindu menjadi salah satu agama paling tua di dunia yang masih populer sampai sekarang dan merupakan bentuk konversi dari kepercayaan Brahmanisme. Hingga sekarang agama Hindu ini berada di peringkat ketiga dalam daftar agama yang penganutnya terbanyak di dunia. 

3. Yahudi (6.000 SM)

Yahudi adalah cikal bakal dari agama samawi, yakni agama Kristen dan Islam yang sekarang penganutnya menjadi tersebar di berbagai penjuru dunia. Penganut agama ini awalnya banyak menetap di Israel yang merupakan wilayah kepercayaan ini pertama kali diciptakan.

Sekarang kurang lebih 18 juta manusia telah memeluk agama ini. Selain itu sejarah agama ini cukup tidak asing bagi penganut agama Kristen dan Islam saat ini. Yakni dibawa oleh Nabi Musa yang menyelamatkan bangsa Israel dari penindasan pemerintahan Mesir.

Yudaisme adalah agama tertua dari tiga agama monoteistik Abraham (Ibrahim), yakni dari dua agama lainnya adalah Kristen dan Islam. Ajaran agama Yahudi ini dipercaya dibawa oleh Nabi Musa, yang merupakan keturunan Nabi Ibrahim, yakni nenek moyang orang Yahudi. Kitab agama Yahudi adalah Taurat yang juga dikenal dengan sebutan Tanakh atau Alkitab Ibrani.

4. Buddha (2.600 SM)

Dalam sejarah Agama Buddha salah satu pendirinya seorang pangeran yang lahir di Nepal modern, lebih dari 2.500 tahun yang lalu, yakni bernama Siddhartha Gautama. Persebaran ajaran agama budha pertama kali berada di wilayah Anak Benua India atau tepatnya daerah Nepal modern.

Budha kemudian menjadi salah satu agama tertua di dunia yang masih dianut oleh banyak orang hingga saat ini. Dalam perkembangan masa ini, agama Budha kemudian menjadi semakin sempurna dengan unsur- unsur kebudayaan India dan unsur- unsur kebudayaan Helenistik (Yunani), Asia Tengah, Asia Timur dan Asia Tenggara. 

Dalam perkembangannya, agama budha terbilang praktis karena telah menyentuh nyaris seluruh bagian benua Asia. Perjalanan sejarah agama Buddha juga ditandai dengan perkembangan jumlah aliran, mazhab, dan peristiwa perpecahan- perpecahan dimana-mana.

Hal utama dalam aliran agama ini adalah tradisi Theravada, Mahayana, dan Vajrayana (Vajrayana), yang kehadirannya ditandai dengan perist. Zoroastrianisme (1.000-500 SM)

5. Zoroastrianisme (1.000-500 SM)

Agama Zoroastrianisme adalah sebuah kepercayaan yang dibawa oleh nabi Zarathustra atau dalam bahasa Yunani dikenal dengan sebutan Zoroaster. Kepercayaan Zoroastrianisme kemudian berkembang di sebuah daerah Persia kuno yang sekarang lebih dikenal sebagai negara Iran.

Di Iran sendiri, kepercayaan Zoroastrianisme lebih dikenal dengan sebutan Mazdayasna atau kepercayaan yang menyembah Ahura Mazda, yakni Tuhan yang bijaksana.

Kepercayaan ini didirikan pada abad ke-6 SM oleh pembaharu Zoroaster yang dianggap oleh para pengikutnya sebagai sebagai nabi. Berdasarkan bukti arkeologis, akar dari agama ini berasal antara 1.200-1.500 SM yang penyebarannya di wilayah di wilayah Persia Kuno atau Iran modern.

Sejarah agama ini juga mencatat bahwa Zoroastrianisme pernah menjadi salah satu agama paling kuat di dunia dan agama resmi di Persia mulai 600 SM sampai 650 SM. 

Zoroastrian percaya dengan satu Tuhan yang disebut Ahura Mazda dan tidak penyembah api, namun api dipercaya sebagai perwakilan cahaya atau kebijaksanaan Tuhan. Meskipun saat ini kepercayaan Zoroastrianisme adalah agama yang sudah cukup kecil jika dibandingkan agama lainnya. 

6. Konfusianisme (600 SM)

Kepercayaan Konfusianisme sering diakui sebagai agama meskipun oleh para pengikutnya tidak dipraktikkan sebagai agama tradisional yang terorganisir layaknya agama-agama lainnya. Penganut kepercayaan ini memandang Konfusianisme lebih sebagai sistem filsafat sosial dan etika dalam menjalani kehidupan sebagai seorang manusia yang berakal.

Agama konfusianisme ini memperoleh namanya dari pendirinya yang bernama Confucius, yakni sebuah Anglicization dari nama aslinya K’ung-fu-tzu, atau Master K’ung.  

Sebenarnya ia tidak berniat untuk mendirikan sebuah kepercayaan atau agama baru, namun tertarik untuk menghidupkan kembali nilai-nilai ajaran tersebut dan kepercayaan di masa dinasti Zhou.

Kepercayaan Konfusianisme sempat memiliki pengaruh yang lumayan kuat terhadap kehidupan spiritual dan politik masyarakat Tiongkok. Bahkan pengaruh ajaran agama ini telah menyebar ke bagian wilayah lain, yakni Asia Timur termasuk Jepang, Korea, sampai Vietnam.

7. Jainism (599-527 SM)

Jainism adalah agama tradisional China yang dikenal juga dengan sebutan Kon Fut Se dan kepercayaan ini dibawa oleh seorang guru atau filsuf sosial. Ajaran agama ini sangat kental dengan adat-adat Tionghoa kuno.

Di Indonesia sendiri, agama ini lebih dikenal dengan sebutan agama Kong Hu Cu. Agama kuno ini diyakini muncul pada abad ke-6 SM di masa sudah ada agama Buddha. Agama Jainisme sebenarnya memiliki kepercayaan yang serupa dengan agama Hindu dan Buddha.

8. Taoisme (500 SM)

Taoisme atau Taoisme adalah kepercayaan yang didasarkan pada ajaran Tao Te Ching, yang merupakan sebuah buku pendek berisi ajaran Lao Tzu. Kepercayaan ini menekankan pada keharmonisan spiritual kehidupan dalam diri individu.

Tidak ada perbedaan yang signifikan antara dua aliran utama dalam agama Taoisme, yakni Taoisme filosofis atau Tao-chia yang cenderung berfokus pada tulisan- tulisan Lao Tzu, Chuang-Tzu, dan mistik awal lainnya. Selain itu juga Taoisme atau Tao-chiao yang menekankan ritual keagamaan dengan tujuan mencapai keabadian.

Agama Taoisme bisa populer karena ajarannya memanfaatkan gagasan persatuan dan kebalikan atau Ying dan Yang. Makna ide utama Yin Yang adalah dunia dipenuhi dengan kekuatan yang saling melengkapi, seperti aksi dan non-aksi, terang dan gelap, panas dan dingin, dan sebagainya.

Sebelum terjadi revolusi Komunis di China, kepercayaan Taoisme adalah salah satu agama terkuat di Tiongkok yang sekarang sudah pulih kembali. Agama Taoisme banyak dipraktikkan di Tiongkok, Taiwan, Asia Tenggara, sampai Sebagian kecil negara di Barat.

9. Shinto (3-8 SM)

Agama Shinto adalah kepercayaan yang ditetapkan oleh kekaisaran Jepang sebagai agama asli Negara tersebut. Kepercayaan ini dipengaruhi kuat oleh agama Budha yang dikenal menyembah kekuatan alam.

Peluru Grameds ketahui bahwa agama ini tidak bergantung pada tulisan atau teks- teks suci seperti agama-agama lainnya. Selain itu pendiri agama Shinto masih bisa bertahan dalam ketaatan yang luas sampai sekarang. Setelah kepercayaan Buddha muncul di jepang, banyak unsur Buddha yang akhirnya bercampur ke dalam kepercayaan dan tradisi agama Shinto dan Konfusianisme. 

Bangsawan yang berkuasa saat itu akhirnya menggabungkan ketiga agama tersebut ke dalam perkembangan agama Shinto sebagai cara untuk membimbing masyarakat Jepang. Agama ini diyakini baru dimulai dan resmi kemunculannya setelah agama Buddha mulai diperkenalkan di negara Jepang pada abad ke-6 SM.

Catatan sejarah menyebutkan bahwa akar agama Shinto adalah sekitar 700 SM, meskipun ada pula bukti catatan arkeologi yang menyebut bahwa telah muncul lebih jauh lagi daripada itu. 

Agama Shinto secara resmi ditetapkan sebagai agama di Negara Jepang selama periode Meiji, yakni sekitar tahun 1868 sampai 1912. Sekarang agama Shinto dan Buddha saudah terkait erat pada masyarakat dan budaya Jepang.

Nah, itulah penjelasan tentang daftar agama tertua di dunia dalam kajian ilmu sejarah. Apakah ada agama yang sudah Grameds ketahui sejarahnya? Sebagian dari agama di atas mungkin masih banyak dianut oleh orang hingga saat ini.

Hal tersebut menunjukan bahwa sebuah kepercayaan akan berdampingan dalam kehidupan manusia, baik telah mengalami perjalanan sejarah perkembangan sesuai berjalannya zaman. Keyakinan dalam agama dan kepercayaan  tersebut kemudian kembali pada pribadi masing-masing orang untuk menjalaninya.

MAN

Baca juga : Jendral TNI Silaturahim ke Muhammadiyah Bahas Bidang Kesehatan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy