Fenomena Rasydul Kiblat, Matahari Akan Sejajar Di Atas Ka’bah Kamis Besok

Fenomena Rasydul Kiblat, Matahari Akan Sejajar Di Atas Ka'bah Kamis Besok
Fenomena Rasydul Kiblat, Matahari Akan Sejajar Di Atas Ka'bah Kamis Besok

Ibadah.co.id- Fenomena langit ‘bayangan nol’ atau ‘rasydul qiblat’ akan kembali terjadi pada Kamis (27/5) medatang. Matahari akan berada sejajar di atas Ka’bah di Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi pukul 12.18 waktu setempat.

Kepala Perkumpulan Astronomi Jeddah, Majed Abu Zahra, menjelaskan, piringan matahari akan berada tepat di atas Ka’bah dan matahari akan kehilangan bayangannya untuk waktu yang singkat.

Dilansir laman Arab News, Selasa (25/5), fenomena ‘bayangan nol’ terjadi dua kali dalam satu tahun di Masjidil Haram. Hal itu karena lokasi Masjidil Haram berada di antara khatulistiwa dan garis balik utara (tropic of cancer).

Menurut Abu Zahra, pada waktu itu umat Muslim yang jauh dari Ka’bah bisa menentukan arah kiblat yang tepat dengan meletakkan tongkat kayu secara vertikal di tanah. Arah kiblat akan berlawanan dengan bayangan tongkat. 

Sebagai informasi, pada 28 Januari 2021 lalu pukul 12.43.34 malam waktu Saudi, bulan purnama juga berada tepat di atas Ka’bah. Saat itu, ketinggiannya adalah 89,57,46 derajat dan piringannya diterangi sepenuhnya sebesar 99,9 persen pada jarak 381,125 kilometer dari Bumi.

Baca Juga : Salat Gerhana, Kemenag Batasi Jamaah 50 Persen dari Kapasitas

Sementara sehari sebelumnya, Rabu (26/5), supermoon terlihat di langit Arab Saudi dan beberapa negara Arab lainnya. Supermoon akan mencapai kesempurnaan pada 14.14 waktu Saudi. Fenomena supermoon di Saudi akan bertepatan dengan gerhana bulan total untuk pertama kalinya dalam dua setengah tahun.

Bukan hanya di Arab, fenomena Supermoon ini juga akan terjadi di Indonesia. Masyarakat Indonesia dapat menyaksikan gerhana bulan total ini mulai pukul 18.08 WIB hingga 18.26 WIB.

Gerhana bulan dalam bahasa Arab disebut “khusuf”. Saat terjadi fenomena gerhana bulan kita dianjurkan untuk mengerjakan shalat sunah dua rakaat atau shalat sunah khusuf yang hukumnya adalah sunah muakkad. (EA)

Baca Juga : Sunnah Muakkad, Begini Niat dan Tata Cara Salat Gerhana Bulan