Lagi! Ledakan Kembali Terjadi di Kabul Afghanistan Pasca Bom ISIS

Ibadah.co.id –  Sebuah ledakan yang diduga disebabkan oleh bom rakitan dikabarkan kembali menghantam daerah barat Ibu Kota Kabul, Afghanistan, pada Senin (15/11).

“Saya sedang sibuk melayani pelanggan ketika ada ledakan dan mengguncang toko,” kata seorang penjaga toko di Kote Sangi, Ahmad Murtaza melansir Reuters.

“Saya melihat banyak orang tengah menyelamatkan korban dari lokasi ledakan, saya tidak tahu mereka mati atau luka-luka,” paparnya menambahkan.

Media lokal Afghanistan, Tolo News, mengonfirmasi ledakan terjadi di Kabul lagi setelah mendapat konfirmasi dari pejabat keamanan Afghanistan. Namun, pejabat itu mengatakan tidak ada korban jiwa akibat ledakan.

Insiden ini terjadi beberapa hari setelah ledakan terjadi di kawasan komunitas Syiah di Kabul, Sabtu (13/11). Seorang pejabat Taliban yang enggan diungkap identitasnya mengatakan kepada Reuters bahwa ledakan tersebut terjadi di daerah Dasht-e Barchi, di barat Kabul.

Ia mengatakan, setidaknya enam nyawa melayang dan tujuh orang lainnya terluka akibat ledakan kedua di Afghanistan dalam sepekan belakangan itu.

Baca Juga : Tegakkan Hukum Islam, Taliban Bentuk Pengadilan Militer

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengonfirmasi bahwa ada api berkobar di daerah Dasht-e Barchi, di mana satu warga sipil tewas dan dua orang lainnya terluka. Namun, Mujahid menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung.

Kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas insiden pada akhir pekan itu. Reuters melaporkan bahwa ISIS melontarkan klaim tersebut melalui akun Telegram mereka pada Minggu (14/11).

Sederet bom bunuh diri ISIS terjadi di Afghanistan sejak Taliban merebut kekuasaan dari tangan pemerintah pada Agustus lalu. Meski begitu, Taliban menegaskan bahwa ancaman yang ditimbulkan ISIS, musuh bebuyutan mereka, masih di bawah kendali.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid bahkan mengatakan ISIS bukanlah ancaman besar seraya mengungkap bahwa sekitar 600 anggota atau simpatisan telah ditangkap sejak Taliban menguasai Afghanistan pada pertengahan Agustus. Di saat bersamaan, rentetan bom bunuh diri ISIS pun telah menewaskan ratusan orang Afghanistan sejak akhir Agustus lalu. (rters/EA)

Baca Juga : Menlu Turki bertemu Delegasi Taliban, Ini yang Dibahas