Sebuah Masjid di Prancis Jadi Taget Pembakaran Orang Tak Dikenal

0
6
Sebuah Masjid di Prancis Jadi Taget Pembakaran Orang Tak Dikenal
Sebuah Masjid di Prancis Jadi Taget Pembakaran Orang Tak Dikenal

Ibadah.co.id – Sebuah masjid di Prancis menjadi target pembakaran orang tak dikenal. Kejadian ini memperparah situasi Islam di Prancis pasca pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron tentang Islam.

Seperti dilansir republika.co.id pada 2/11/20, Orang tak dikenal berusaha membakar sebuah masjid di Chateaudun, Prancis. Hal tersebut dikatakan oleh kepala masjid pada Sabtu (31/10).

Sekretaris Jenderal Opini Nasional Konfederasi Islam (CİMG), Fatih Saikir mengatakan seseorang menuangkan sekaleng bensin ke masjid dan menyalakan api. Api berhasil padam sebelum mulai membakar masjid.

Masjid mengalami kerusakan. Dalam insiden ini tidak terjadi korban jiwa.

Dilansir di Anadolu Agency, Senin (2/11), pejabat masjid segera mengajukan laporan. Polisi menuju masjid dan melakukan penyelidikan.

Sebuah pernyataan polisi mengatakan insiden itu dianggap sebagai percobaan pembakaran dan rekaman kamera akan diperiksa dalam ruang lingkup penyelidikan. Dikutip Al Araby, Fatih Saikir mengatakan dalam pernyataannya, insiden tersebut terjadi pada Kamis setelah masjid ditutup sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran Covid-19. Beberapa kerusakan pada dinding masjid terlihat, tapi kerusakannya kecil.

Aksi pelaku sempat terekam di kamera masjid dan diunggah di Twitter oleh akun @hakhaalid. Dalam video tersebut, terlihat pelaku sedang menuangkan bensin ke bagian masjid.

“Kami berharap pelaku dapat ditangkap dan dibawa ke pengadilan secepat mungkin,” kata Saikir.

Serangkaian serangan islamofobia telah menargetkan komunitas Muslim Prancis setelah pemenggalan kepala guru sekolah, Samuel Paty. Pembunuhnya, seorang warga Chechnya kelahiran Moskow, Aboulakh Anzoro dilaporkan melakukan pembunuhan sebagai tanggapan atas Paty yang menunjukkan beberapa kartun kontroversial Nabi Muhammad kepada beberapa muridnya.

Pekan lalu, dua saudara kandung Yordania diserang di France’s Angers dalam sebuah insiden yang mereka klaim dipicu oleh ujaran kebencian terhadap Muslim. Awal bulan ini, dua wanita berkerudung Prancis-Aljazair ditikam di Paris setelah dihina karena hijab mereka. Ketegangan juga meningkat bahkan sebelum pemenggalan yang mengerikan itu, usai Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengumumkan kampanye baru melawan radikalisme Islam. Akibatnya, Prancis menutup lebih dari 70 masjid dan sekolah Islam swasta sejak awal tahun. (RB)