Take a fresh look at your lifestyle.

- Advertisement -

Sekretaris PP Muhammadiyah Hadiri Undangan PCIM Spanyol

0 7

Jakarta, Ibadah.co.id –Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Sayuti menghadiri undangan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Spanyol dalam acara leadership training dan upgrading untuk  PCIM se Eropa dan Mediterania yang digelar pada tanggal 11 hingga 12 Mei 2024 bertempat di KBRI Madrid.

Sayuti dalam kesempatan yang dihadiri langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Spanyol Muhammad Najib menjelaskan pengkhidmatan dalam Islam Berkemajuan, yang pertama ialah pengkhidmatan keumatan. Dalam pengkhidmatan keumatan, poin yang paling penting yakni peneguhan ukhuwah dan perbaikan kualitas umat.

“Dalam kehidupan keumatan, ukhuwah (persaudaraan) merupakan ajaran yang sangat mulia untuk membangun kekuatan dan menghindarkan umat dari keretakan dalam hidup bermasyarakat. Perkhidmatan untuk membangun ukhuwah tidak cukup hanya bersifat nasional, melainkan juga bersifat global sesuai dengan penyebaran umat di dunia ini,”jelas Sayuti pada Sabtu (12/5).

Sayuti menegaskan bahwa silaturahim dalam berbagai bentuknya harus terjaga baik pada tingkat individu, masyarakat, maupun lembaga. Silaturrahim tersebut bukan semata-mata bersifat fisik tetapi lebih dari itu bersifat sosial, budaya dan intelektual.

“Jaringan global semacam itu menjadi wahana penting untuk mengembangkan semangat solidaritas, mengarusutamakan wasathiyah, dan mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi dunia. Ukhuwah Islamiyah adalah modal utama untuk mengembangkan ukhuwah dalam pergaulan yang lebih luas, melintasi perbedaan agama dan bangsa. Peran internasional umat Islam Indonesia harus diperkuat untuk mewujudkan dunia Islam yang damai dan maju,”imbuh Sayuti.

Sementara dalam konteks perbaikan kualitas umat, Sayuti mengungkapkan bahwa secara global pemeluk Islam adalah umat yang tumbuh sangat cepat. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya angka kelahiran yang tinggi dan perpindahan agama.

“Kenyataan ini melahirkan kebanggaan sebagaimana dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW bahwa akan berbangga dengan jumlah umat yang banyak.  Di luar itu, keprihatinan muncul jika jumlah yang banyak itu tidak diimbangi dengan mutu sumber daya insani yang unggul,”ungkap Sayuti.

Untuk meningkatkan mutu tersebut diperlukan pengkhidmatan yang sungguh-sungguh dalam meningkatkan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan umat. Pada saat yang sama diperlukan pengkhidmatan dalam membentengi umat dari gerakan pendangkalan akidah.

“Keunggulan mutu haruslah menjadi pilihan utama perkhidmatan karena besar kecilnya peran ditentukan oleh mutu,”tegas Sayuti.

Kedua, pengkhidmatan kebangsaan, Sayuti mengatakan Dar al-‘Ahdi wa al-Syahadah merupakan wawasan kebangsaan yang mendorong pengkhidmatan secara nyata bagi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Indonesia yang berdasar Pancasila sebagai dar al-‘ahdi bermakna bahwa negara itu lahir atas perjanjian atau kesepakatan seluruh komponen bangsa yang harus tetap dipegang teguh, dan sebagai dar al-syahadah, ia menjadi tempat persaksian dan pembuktian dalam bentuk perjuangan untuk mempertahankan dan memajukan negara,” terang Sayuti.

Ketiga, pengkhidmatan kemanusiaan, Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang memberikan perhatian kuat terhadap berbagai persoalan kemanusiaan. Pilihan gerakan kemanusiaan Muhammadiyah didasarkan pada al-Qur’an dan al-Sunnah yang memerintahkan setiap muslim peduli terhadap orang-orang yang lemah (dhu’afa), seperti para fakir miskin, orang-orang lanjut usia, difabel, dan anak-anak yatim.

“Islam Berkemajuan adalah sumber utama gerakan sosial-budaya yang menempatkan pemberdayaan manusia lintas bangsa dan kesukuan berbasis paradigma welas asih sebagai cara utama peningkatan mutu hidup manusia melalui kerja sama kedermawanan amal saleh dari semua warga,”jelas Sayuti.

Keempat, pengkhidmatan global, sebagai organisasi berkemajuan, Muhammadiyah semakin dituntut untuk memainkan perannya bukan saja pada tingkat nasional tetapi juga pada tingkat global.

“Muhammadiyah harus hadir untuk menampilkan wajah Islam yang benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh alam (rahmatan li al-alamin). Prinsip kerahmatan itu menyebar secara luas tanpa memandang perbedaan kebangsaan,”imbuh Sayuti.

Kembali dijelaskan Sayuti, dalam mengemban misi tersebut, Muhammadiyah memperluas jejaring bersama organisasi-organisasi saudara (sister organizations) yang memiliki kesamaan pandangan dan gerakan di berbagai negara, pelembagaan cabang-cabang Muhammadiyah di seluruh dunia, partnership dengan lembaga-lembaga internasional, partisipasi Muhammadiyah dalam peneguhan perdamaian dan penyelesaian konflik, semuanya adalah bentuk dari internasionalisasi Muhammadiyah.

Kelima, pengkhidmatan masa depan, Islam Berkemajuan menegaskan pentingnya berjuang pada masa sekarang untuk mewujudkan masa depan kehidupan yang lebih baik.

“Mempersiapkan masa depan kehidupan yang lebih baik harus dilakukan dengan mempersiapkan generasi yang akan datang dengan wawasan, moral, ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan hidup yang baik agar mampu  menghadapi tantangan pada zamannya,”jelas Sayuti.

Sayuti menerangkan bahwa pentingnya pengembangan kemampuan sains dan teknologi untuk menghadapi masa depan dapat dilihat dari kenyataan bahwa kemajuan ekonomi, politik dan sosial dewasa ini ditentukan oleh kemampuan dalam mengembangkan sains dan teknologi.

“Mempersiapkan masa depan merupakan bagian penting dari kewajiban keagamaan. Islam mengajarkan bahwa kehidupan di dunia ini adalah ladang untuk beramal yang buahnya dapat dirasakan mungkin di dunia ini atau di akhirat nanti. Islam mengecam mereka yang hanya berpikir jangka pendek dan melupakan jangka Panjang,”pungkas Sayuti.

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan dari PCIM Belanda, PCIM Jerman, PCIM UK & Irlandia, PCIM Turki, dan PCIM Hongaria.

Sumber : Muhammadiyah

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy