Soal Kematian Aktivis Nizar Banat, 14 Orang Ini Akan Hadapi Pengadilan Militer

Soal Kematian Aktivis Nizar Banat, 14 Orang Ini Akan Hadapi Pengadilan Militer
Soal Kematian Aktivis Nizar Banat, 14 Orang Ini Akan Hadapi Pengadilan Militer

Ibadah.co.id – Sebanyak 14 anggota pasukan keamanan Palestina akan menghadapi pengadilan militer setelah secara resmi dituduh atas pembunuhan aktivis terkemuka Nizar Banat, yang kematiannya memicu protes dan kecaman global.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (7/9), Banat – seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) dan kritikus Otoritas Palestina (PA) Nizar Banat meninggal dunia pada Kamis (24/6). Menurut informasi yang beredar, Nizar Banat meninggal usai pasukan keamanan menyerbu rumahnya, menangkap dan memukulinya.

Keluarga Nizar Banat pun mengatakan bahwa Nizar telah dipukuli sampai mati, dalam sebuah insiden yang memicu kemarahan sesama aktivis, protes di kota Ramallah, Tepi Barat, dan seruan untuk penyelidikan.

Sebuah post-mortem menemukan dia telah dipukuli di kepala, dada, leher, kaki dan tangan, dengan waktu kurang dari satu jam berlalu antara penangkapannya dan kematiannya.

Keluarga Banat mengatakan tidak percaya pada kapasitas Otoritas Palestina untuk memberikan keadilan, dan menyerukan penyelidikan internasional. Namun Otoritas Palestina terutama Perdana Menteri Mohammed Shtayyeh, telah menjanjikan pertanggungjawaban dan memerintahkan penyelidikan penuh.

Juru bicara dinas keamanan Palestina Talal Dweikat mengatakan pada hari Senin (6/9) waktu setempat, bahwa 14 personel dinas keamanan tersebut telah secara resmi dituduh atas “pemukulan yang menyebabkan kematian, penyalahgunaan kekuasaan dan pelanggaran instruksi keamanan.”

Baca Juga : Ditembak Mati Israel! Warga Palestina Ini Tewas di Perbatasan Gaza

Di bawah sistem peradilan Palestina di Tepi Barat – wilayah yang diduduki Israel sejak 1967 – pengadilan militer Palestina akan melakukan persidangan.

“Kami pikir mereka menggunakan 14 anggota pasukan keamanan ini sebagai kambing hitam,” kata Ghasan, saudara laki-laki Banat kepada AFP.

“Para prajurit dan perwira ini tidak datang untuk menangkap dan membunuh Nizar atas inisiatif mereka sendiri, mereka mendapat perintah. Dan fakta bahwa mereka semua diam sejak awal menunjukkan bahwa pihak berwenang telah berjanji untuk membela mereka,” tambahnya. (EA)

Baca Juga : Kemenlu Palestina Minta ICC Lakukan Penyelidikan Kejahatan Israel

1 KOMENTAR