Mengenang Sesepuh NU KH Maimoen Zubair

0
373
Mengenang Sesepuh NU KH Maimoen Zubair
Mengenang Sesepuh NU KH Maimoen Zubair

Ibadah.co.id – Dilansir dari halaman nu.or.id, dalam tulisan Abdullah Alawi, Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2019 tak sedikit tokoh dan ulama NU yang menjadi panutan umat Islam wafat.

Pada pertengahan tahun ini, salah seorang tokoh sepuh dan merupakan Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair wafat di Tanah Suci Makkah pada Selasa 6 Agustus, pukul 04.17 waktu Arab Saudi. Kiai yang akrab disapa Mbah Moen tersebut tutup usia saat menjalankan ibadah haji.

Mbah Moen, kiai berusia 91 tahun ini berangkat ke Tanah Suci Makkah pada Ahad 28 Juli. Meskipun usia sudah lanjut, hampir tiap musim haji, pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah ini menunaikannya.

Ia ingin meninggal di sana dan dikuburkan di sana, dekat dengan kelahiran Islam, di Ma’la. Dan ia ingin meninggal di hari Selasa.

Semuanya terpenuhi sudah. Saat Mbah Moen wafat, jagat media sosial Indonesia berduka. Warganet menyampaikan duka kehilangan mendalam melalui media sosial seperti Twitter, Instagram, dan Facebook.

Mulai tokoh agama, politikus, santri, hingga masyarakat luas.   PBNU, melalui Sekretaris Jenderal Helmy Faishal Zaini segera menginstruksikan Nahdliyin untuk mendirikan Shalat Ghaib untuk Mbah Moen.   “Kepada umat Islam, khususnya warga Nahdlatul Ulama, mari bersama-sama melaksanakan shalat ghaib dan membacakan surat Al-Fatihah untuk KH Maimoen Zubair.

Semoga senantiasa ditempatkan di tempat yang paling mulia di sisi Allah SWT,” ungkap Sekjen Helmy.  Menurut Helmy, wafatnya Mbah Moen, bangsa Indonesia kehilangan tokoh yang penuh sikap kebersahajaan.

Mbah Moen, merupakan salah seorang kiai ahlul halli wal aqdi (ahwa) yang dibentuk PBNU pada Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur, untuk menentukan Rais Aam PBNU.(HN/Ibadah.co.id)