Nasib Israel Yahudi Setelah Joe Biden dan Kamala Harris Terpilih Jadi Presiden AS, Biden: Ini Agenda Utamanya

0
10
Israel Ingatkan Joe Biden Jika Kembali Kesepakatan Iran, Timur Tengah Perang Nuklir
Israel Ingatkan Joe Biden Jika Kembali Kesepakatan Iran, Timur Tengah Perang Nuklir

Ibadah.co.id – Joe Biden dan Kamala Harris terpilih menjadi presiden Amerika Serikat ke 46. Hal dibuktikan dengan jumlah elektoral Joe Bidenlah yang lebih unggul dari Donald Trump.

Joe Biden dan Kamala Harris memiliki banyak agenda maupun target yang hendak dicapai setelah resmi menjadi presiden AS.

Salah satu agenda terbesarnya, yaitu mendamaikan Israel dan Palestina yang sedari dulu tidak lepas dari peperangan.

Perdamaian ini tercipta setelah banyak kisah-kisah pertumpahan darah oleh tentara Israel yang dimonitori langsung oleh Amerika Serikat atas kepemimpinan Donald Trump.

Selain itu mengatasi Covid-19 dan ekonomi di AS yang berkecamuk. Biden menempatkan kemungkinan akan menempatkan sebagian besar fokusnya pada masalah domestik, sebelum kebijakan luar negeri.

Pertanyaan yang selalu dilontarkan semua orang, bagaimana nasib Israel dan Yahudi seteleh kepemimpinan baru di Amerika Serikat?

Salah satu target Biden dan Kamala pada kebijakan luar negeri adalah memerangi antisemitisme yang dilakukan kaum Israel dan Yahudi selama ini.

Biden telah berfokus pada antisemitisme dalam kampanyenya dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dia menerbitkan opini-opini tentang masalah ini, dan memiliki rencana untuk memerangi kebencian terhadap orang Yahudi di situs kampanyenya.

Rencana itu termasuk memerangi antisemitisme dan ekstrimisme memulihkan dana yang dipotong oleh pemerintahan Trump, dan bekerja untuk mengesahkan undang-undang untuk memerangi terorisme domestik sambil mempertahankan kebebasan berbicara, menunjuk kepemimpinan di Departemen Kehakiman yang akan memprioritaskan.

Tidak hanya itu, Biden dan Kamala juga akan membantu Negara Palestina terutama Gaza yang selama ini menjadi pusat perhatian dunia atas peperangan Israel dan Palestina yang dimotori langsung Amerika Serikat Donald Trump.

Dirinya juga akan memberikan bantuan kepada Palestina sebagai bentuk kepedulian kemanusian

“Kami akan segera mengambil langkah-langkah untuk memulihkan bantuan ekonomi dan kemanusiaan kepada rakyat Palestina, mengatasi krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza, membuka kembali konsulat AS di Yerusalem Timur dan bekerja untuk membuka kembali misi PLO di Washington,” ujar Kama Harris, dikutip dari The Jerusalem Post. 

Pada pemerintahan Biden topik permasalahan yang utama dan segera ia lakukan adalah konflik Israel-Palestina. Tidak ada pembicaraan damai yang serius selama bertahun-tahun dan di sisi lain hanya ada sedikit kekerasan belakangan ini.

Ketika Biden mulai menjabat pada bulan Januari, seperti yang diharapkannya sekarang, dia akan memiliki serangkaian agenda dalam agendanya, dan orang-orang Israel dan Yahudi ini kemungkinan besar akan ada dalam daftarnya. (HN/Kontributor)