Amerika Gandeng Muhammadiyah Tingkatkan Penanganan Covid di Indonesia

1
36
Amerika Gandeng Muhammadiyah Tingkatkan Penanganan Covid di Indonesia
Amerika Gandeng Muhammadiyah Tingkatkan Penanganan Covid di Indonesia

Ibadah.co.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menggandeng Muhammadiyah dalam meningkatkan penanganan Covid-19 di Indonesia. Pemerintah Amerika Serikat, melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) berusaha memberikan perawatan yang lebih baik kepada pasien Covid-19 sekaligus melindungi tenaga kesehatan.

Seperti dilansir medcom.id pada 11/2/21, pemerintah Amerika Serikat (AS) bekerja sama dengan Muhammadiyah meluncurkan sistem informasi virus korona (covid-19) yang baru. Sistem menyediakan sumber daya bagi tenaga kesehatan.

Kerja sama ini terjalin antara Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dengan Muhammadiyah dan Kementerian Kesehatan. Peluncuran dilakukan oleh Direktur USAID Indonesia, Ryan Washburn, Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah Agus Samsudin, dan Direktur Pelayanan Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI dr. Rita Rogayah, SpP(K), MARS.

Sistem ini juga berfungsi sebagai platform pembelajaran digitan untuk meningkatkan penanganan kasus covid-19 di jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah (RSMA). Sistem tersebut sekarang membantu 30 fasilitas rujukan covid-19 Muhammadiyah di dalam jaringan RSMA untuk menerapkan standar protokol perawatan covid-19 serta meningkatkan pemantauan dan pelaporan pelayanan dan juga perawatan pasien.

Sistem tersebut juga memudahkan konsultasi antar dokter yang dapat meningkatkan pengujian dan pengobatan. Hingga saat ini, lebih dari 400 tenaga kesehatan telah dilatih untuk menggunakan sistem ini.

“Pemerintah Amerika Serikat, melalui USAID, bangga dapat mendukung 30 pusat rujukan pengobatan COVID-19 di jaringan rumah sakit Muhammadiyah-Aisyiyah untuk memberikan perawatan yang lebih baik kepada pasien covid-19 dengan tetap melindungi tenaga kesehatan di garda depan,” kata Washburn, dikutip dari pernyataan yang diterima dari Kedutaan Besar AS di Jakarta, Kamis, 11 Februari 2021.

Dia mengatakan sistem sudah terintegrasi dengan basis data dan operasional Muhammadiyah yang ada. Nantinya akan dikembangkan menjadi sistem yang lebih maju supaya 80 rumah sakit RSMA dapat mengakses riwayat kesehatan pasien berdasarkan identifikasi khusus masing-masing.

Sistem terpadu ini memungkinkan rumah sakit merespons lebih cepat dan mengambil keputusan yang tepat berdasarkan data dalam menangani kasus coivd-19 dan lainnya. Nantinya sistem juga bisa berkontribusi terhadap kebutuhan sistem manajemen data yang lebih baik respons Indonesia atas covid-19, termasuk vaksinasi.

“Kemitraan Muhammadiyah dengan USAID memberikan kontribusi signifikan bagi upaya Indonesia dalam melawan covid-19. Muhammadiyah akan terus memanfaatkan perangkat yang telah kita kembangkan bersama untuk meningkatkan respons covid-19 di jaringan rumah sakit kami dan juga dapat diterapkan di rumah sakit lain di Indonesia,” seru Agus.

Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID telah memberikan komitmen sekitar USD11 juta (Rp187 miliar) sebagai bagian dari respons kemanusiaan dan kesehatan global Pemerintah AS terhadap covid-19. Jumlah ini termasuk 700.000 dolar yang diberikan kepada MPKU Muhammadiyah di bawah program respons MPKU covid-19.

Dengan dukungan USAID, Muhammadiyah telah melatih lebih dari 5.000 tenaga kesehatan, memperoleh peralatan klinis untuk mendukung layanan covid-19 di 84 rumah sakit di tujuh provinsi, dan merawat lebih dari 10.000 pasien. Muhammadiyah juga telah mengembangkan Rencana Kesiapsiagaan Rumah Sakit untuk penanganan wabah, yang telah diperkenalkan di seluruh jaringan Muhammadiyah dan juga disebarkan ke 120 rumah sakit non-Muhammadiyah. Selama empat tahun ke depan, USAID juga akan terus bermitra dengan Muhammadiyah untuk meningkatkan layanan pengujian, diagnosis, dan pengobatan tuberkulosis. (RB)