Mengenal NU-Welfare, Program LPNU untuk Kesejahteraan Sosial

Mengenal NU-Welfare, Program LPNU untuk Kesejahteraan Sosial

Ibadah.co.id – Lembaga Perekonomian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LP PBNU) meluncurkan program bernama NU-Welfare. Peluncuran program ekonomi terintegrasi yang dilakukan di lantai 8 Gedung PBNU ini dalam rangka melakukan akselerasi atau percepatan terhadap kesejahteraan sosial.

“(Program) ini adalah integrated economic program atau program ekonomi yang terintegrasi. Bukan e-commerce atau platform digital, tetapi program. Harapannya, bisa mengakselerasi kesejahteraan sosial,” kata Ketua LP PBNU Jaenal Effendi.

Ia menjelaskan, program NU-Welfare tersebut memiliki tiga poin utama dalam pengaplikasiannya. Pertama, dihadirkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial di bidang ekonomi dan bisnis. LP PBNU juga akan membuat sekolah bisnis untuk menyokong kewirausahaan di level nasional.

“Kita akan membuat kerja sama bersama NGO dan tentu pemerintah terkait sekolah bisnis ini,” jelas Jaenal.

Kedua, NU-Welfare berfungsi untuk melakukan mapping atau pemetaan terhadap potensi para pengusaha di lingkungan Nahdliyin, termasuk memetakan potensi ekonomi di berbagai daerah sehingga program baru LP PBNU itu akan menjadi jaringan bisnis baru bagi warga NU.

“Kami sudah menginisiasi, melakukan komunikasi, dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Ke depan kita akan membuat sekitar enam kelompok kerja (pokja). Masing-masing dari pokja itu diharapkan memiliki dampak positif terhadap bisnis baik di perkotaan maupun di perdesaan untuk punya PT (badan usaha) yang berbadan hukum,” jelas Jaenal.

“Ketiga, kita akan mengupayakan adanya digital ekonomi dan bisnis. Ini sebenarnya sudah ada perangkatnya tinggal kita sambungkan satu dengan yang lain. Ke depan harapannya, kita harus punya jasa ekspedisi. Kita juga sudah menginisiasi adanya NU-Ekspedisi karena sudah ada perangkatnya,” jelasnya.

Ia berharap, NU-Welfare bisa dijalankan dengan optimal di tengah kondisi sulit pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Dengan demikian, program tersebut dapat dilakukan secara maksimal dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Nahdliyin.

NU Welfare Bersama Bais TNI dan Rhemedika Gelar Vaksinasi

NU Welfare bersama Badan Intelijen Strategis TNI (Bais TNI) dan Rhemedi Medical Services bakal menggelar “Serbuan Vaksinasi” di Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis (29/7).

Dewan Pembina NU-Welfare, M. Sofwan Erce mengatakan, penyelenggaraan vaksinasi di pesantren sebagai ikhtiar bersama melindungi para kiai khususnya dan warga di lingkungan pesantren pada umumnya dari keterpaparan virus Covid-19 serta mengurangi tingkat keterparahan gejala jika terpapar.

“Vaksin kali ini kita khususkan kepada kalangan pesantren, kiai, para ustadz, dan santri. Hal itu mengingat di kalangan NU banyak kiai yang wafat mendahului kita. Kurang lebih ada 600 kiai wafat selama masa pandemi ini,” ujar Sofwan

Dansat Intelmed Bais TNI Kolonel CZI Suharyanto yang mewakili Kabais TNI mengatakan, kegiatan Serbuan Vaksinasi dilaksanakan untuk mensukseskan program pemerintah dalam melakukan vaksinasi massal kepada warga negara Indonesia, sehingga Indonesia terbebas dari pandemi virus Covid-19, terutama di kalangam pesantren.

Menurut Suharyanto, kegiatan vaksinasi di Pesantren KHAS Kempek dilakukan secara gratis dengan mengunakan jenis vaksin Synovac. Sasaran vaksin ini tidak hanya untuk usia dewasa, tetapi juga ditujukan untuk usia 12 tahun ke atas.

“Untuk dosis pertama dimulai tanggal 29 Juli 2021. Sedangkan dosis kedua dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2021 di tempat yang sama, di Pesantren Kempek,” ucapnya.

Sementara itu dr. Rheza Maulana, BMedSc (Hons), MM, MARS, dari Rhemedi Medical Services menyampaikan terima kasih kepada BAIS TNI (Satintelmed), NU Welfare, IDI Cirebon, Dinkes Cirebon serta PP KHAS Kempek atas penyelenggaraan vaksinasi ini.

Menurut Rheza, kegiatan ini menjadi bukti bahwa adanya sinergisitas yang baik dari seluruh pihak untuk bersatu dan bahu membahu di masa sulit ini dalam melewati pandemi, baik dari pemerintah, TNI POLRI, Organisasi Profesi, Organisasi Kemasyarakatan, serta pihak swasta, yang semuanya bersama-sama memiliki tujuan menjalankan instruksi Presiden mengenai percepatan vaksinasi dalam rangka mencapai herd immunity.

“Pada kesempatan kali ini vaksinasi dikhususkan untuk kalangan pesantren karena menimbang bahwa pesantren adalah lokus strategis yang harus diamankan serta menimbang banyaknya kiai yang telah gugur melawan pandemi ini,” ujarnya.

Ia berharap, acara ini dapat terselenggara dengan lancar dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas pada umumnya, serta Nahdliyin khususnya, untuk dapat mencapai herd immunity, sehingga diharapkan bangsa Indonesia segera dapat merdeka dari wabah virus Covid-19. (RB)