Setiap Pesantren Mesti Miliki Satu Komando Penanganan Covid

0
9
Setiap Pesantren Mesti Miliki Satu Komando Penanganan Covid
Setiap Pesantren Mesti Miliki Satu Komando Penanganan Covid

Ibadah.co.id – Ketua Satgas NU Peduli Covid-19 PBNU Dokter Makki Zamzami menyarankan setiap pesantren untuk memiliki satu komando penanganan Covid-19. Hal ini untuk mempermudah regulasi penanganan Covid-19 di pesantren.

Seperti dilansir republika.co.id pada 9/11/20, Ketua Satgas NU Peduli Covid-19 PBNU Dokter Makki Zamzami mengatakan, tantangan terbesar dalam menangani Covid-19 di lingkungan pesantren adalah dukungan, baik secara moral maupun material. Menurutnya, miskomunikasi tak jarang terjadi antara pesantren dan pihak luar akibat bertabrakannya niat pihak luar dengan norma yang diterapkan pesantren.

“Kadang kala ada beberapa pihak luar pesantren yang tidak mengetahui norma yang ada di pesantren sehingga menabrak norma pesantren sehingga terjadilah miskomunikasi, maka solusinya adalah membentuk komunikasi yang baik,” jelas dokter Makki saat dihubungi Republika.co.id, Senin (9/11).

Selain itu, pemusatan komando atau kebijakan juga diperlukan untuk meminimalisasi alur regulasi saat proses penanganan Covid-19 di lingkungan pesantren, mengingat ada beberapa pesantren yang memiliki lebih dari satu pemimpin (kiai), baik karena jumlah asramanya yang terlalu banyak atau lokasinya yang berjauhan.

“Dengan menetapkan satu komando maka bisa membantu mempercepat penanganan karena kebijakan yang dibuat satu pimpinan ini dapat diterapkan secara merata dan akan lebih efektif dibandingkan harus melalui beberapa step dari satu kiai ke kiai lain,” ujarnya. 

Adapun peran Satgas Covid-19 adalah membantu melakukan pendampingan dan asistensi pesantren dalam pelaksanaan strategi penanganan Covid-19, menyusul berbedanya strategi penanganan setiap pesantren. Selain pendampingan, Satgas juga membantu mengkomunikasikan kasus ini ke pihak terkait seperti Pemda, tim satgas daerah, dan provinsi.

“Kami juga melakukan asistensi dengan pesantren yang sudah lulus karantina Covid-19. Jadi kami memfasilitasi mereka untuk bisa melakukan asistensi sesama pesantren. Sekaligus memberikan bantuan berupa masker, vitamin, disinfektan dan lainnya,” katanya.

Dia mengimbau seluruh pesantren lebih proaktif dalam mencari tahu strategi penanganan Covid-19, sekaligus terbuka untuk mencari solusi penanganan. Pesantren juga dapat mengikuti pelatihan yang digelar Tim Satgas Covid-19 PBNU sehingga dapat berkonsultasi dan diberikan strategi penangannya oleh tim. “Misalnya dia (pesantren) tidak ingin terlalu terekspos maka bisa ajukan asistensi ke satgas Covid-19, kemudian bisa ikuti pelatihan yang sering kami adakan, sehingga pesantren yang belum terdampak bisa lebih siap siaga. Pesantren yang sudah terdampak maka akan kami berikan strategi penanganannya dan akan kami bantu proses penanganannya,” ujarnya. (RB)