Ulama Al-Azhar Hentikan Sementara Shalat Jumat dan Shalat Jamaah

0
400
Ulama Al-Azhar Hentikan Sementara Shalat Jumat dan Shalat Jamaah
Ulama Al-Azhar Hentikan Sementara Shalat Jumat dan Shalat Jamaah

Ibadah.co.id – Berita virus corona semakin hari semakin menjadi perhatian warga dunia. Hal ini disebabkan karena virus tersebut menular dengan sangat cepat. Penularan virus ganas itu disebabkan karena berjabat tangan, bahkan hanya dalam pandangan mata.

Oleh karena itu, seperti dilansir akun facebook al-azhar al-syarief, Ikatan Ulama Besar al-Azhar menetapkan kebolehan secara syariat untuk tidak melakukan shalat Jumat dan shalat jamaah dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona (Covid 19).

Keputusan ini diambil saat rapat bersama Haiah Kibaril Ulama al-Azhar (Ikatan Ulama Besar al-Azhar) pada hari Minggu, 15/03 waktu Mesir. Fatwa kebolehan untuk tidak menyelenggarakan shalat Jumat dan shalat Jamaah ini didasarkan pada kepentingan dan kemaslahatan bersama, tentunya dalam rangka mencegah penularan virus Corona.

“Keputusan ini diambil setelah mengamati bahwa penyebaran virus Corona berlangsung dengan cepat hingga menjadi wabah global (pandemi),” rilis Al-Azhar melalui Facebook dan Twitternya.

Para ulama juga menganjurkan bagi orang-orang yang sedang sakit maupun kelompok lansia untuk tetap tinggal di rumah dan mematuhi himbauan dari otoritas kesehatan di masing-masing daerah.

Menurut ulama al-Azhar, salah dua udzur yang memperbolehkan seseorang meninggalkan shalat Jumat dan shalat jamaah adalah ketakutan dan sakit. Salah satu dalil nash yang dijadikan acuan adalah hadis riwayat Abu Dawud yang menjelaskan bahwa menurut Rasulullah SAW, udzur shalat adalah sakit dan takut.

Selain itu para ulama juga menqiyaskan dengan dalil lain dalam hadis al-Bukhari bahwa Rasulullah SAW juga pernah meminta orang untuk keluar dari masjid dan shalat di rumah saja karena ia baru saja makan bawang, sedangkan baunya dapat mengganggu orang lain.

“Dari Jabir bin Abdullah RA sesungguhnya Nabi SAW bersabda, “Orang yang makan bawang putih atau bawang merah, maka jauhkanlah diri kalian dari kami (dalam riwayat lain: dari masjid kami), dan menetaplah di rumah.” (H.R al-Bukhari)

Para ulama al-Azhar juga menghimbau kepada para muadzin untuk tetap mengumandangkan adzan dan menambahkan kalimat “Shallu fi buyutikum”. Artinya “shalatlah dirumah kalian”.

Walaupun demikian, para ulama al-Azhar tetap menghimbau kepada para masyarakat untuk tetap beribadah kepada Allah dan berdzikir di rumah masing-masing dalam rangka memohon kepada Allah Swt agar segera menghentikan wabah yang sedang jadi pandemi ini. (RB)