Visa Jemaah Umrah Tidak Akan Dikeluarkan Arab Saudi Jika Tak Taati Syaratnya

0
7
Visa Jemaah Umrah Tidak Akan Dikeluarkan Arab Saudi Jika Tak Taati Syaratnya
Visa Jemaah Umrah Tidak Akan Dikeluarkan Arab Saudi Jika Tak Taati Syaratnya

Ibadah.co.id – Akses ibadah umrah bagi kaum muslim di seluruh dunia telah dibuka oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Pembukaan akses ini tetap diketatkan dengan berbagai syarat minimal yang harus dipenuhi. Ketika syarat yang dibuat tak dipenuhi, maka visa umrah tak akan diterbitkan. Sejumlah syarat yang diterima oleh Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) terdapat sebelas poin diantaranya umur jamaah 18-50 tahun, bukti bebas Covid-19 dibuktikan dengan hasil PCR/SWAB yang berlaku 72 jam dari hasil PCR hingga sampai ke Saudi dan lain sebagainya.

Ketua Bidang Umrah Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI), Zakaria Anshary, membenarkan edaran yang memuat sebelas syarat minimal pelaksanaan umrah itu dikeluarkan oleh pihak Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dan telah ia terima beberapa waktu lalu.

“Dalam edaran tersebut, pemerintah Arab Saudi mengingatkan para penyelenggara umrah di Saudi maupun di luar Saudi agar bisa bekerjasama dalam hal penyelenggaraan umrah yang sesuai protokol kesehatan,” katanya, seperti dilansir CNBC Indonesia.

Prof Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, menerangkan pada calon jemaah umrah untuk mematuhi syarat yang dikeluarkan Arab Saudi.

Ia pun mengingatkan penyelenggara perjalanan ibadah umrah untuk memperhatikan mekanisme karantina dan calon jemaah hingga kedatangan dan kepulangan calon jemaah.

“Regulasi ini disusun untuk memberikan perlindungan kepada jemaah umroh sesuai dengan amanat Undang-undang No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah dan telah mengacu pedoman ibadah haji yang ditetapkan Arab Saudi,” tandasnya dalam keterangan yang disiarkan kanal YouTube BNPB (5/11).

“Kami menghimbau semua jemaah yang kembali ke Indonesia agar menjalani testing dan karantina, selayaknya pelaku perjalanan dari luar negeri untuk meminimalkan penularan,” tegasnya. (ZA)