Wamenag: Pesantren Adalah Jawaban Pendidikan Agama Islam

Wamenag: Pesantren Adalah Jawaban Pendidikan Agama Islam
Wamenag: Pesantren Adalah Jawaban Pendidikan Agama Islam

Ibadah.co.id – Pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan yang sudah ada di Indonesia bahkan sebelum masa-masa kemerdekaan. Pesantren telah menorehkan kiprahnya bukan saja di bidang pendidikan, melainkan di berbagai bidang seperti ekonomi, sosial, budaya, bahkan juga pergerakan politik.

Di tengah gencarnya semangat masyarakat Indonesia dalam mendalami ilmu agama Islam, pesantren bisa menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. Hal ini juga ditegaskan oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi.

Seperti dilansir medcom.id pada 2/5/21, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengapresiasi tumbuhnya semangat masyarakat belajar agama dalam beberapa tahun terakhir. Ia berharap semangat itu tidak hanya berbasis pembelajaran melalui internet dan media sosial, yang sulit dipastikan kesesuaian metode pembelajaran, sanad keilmuan, dan kapasitas pengajar agamanya.

“Pendidikan model pesantren dapat menjadi jawaban atas meningkatnya semangat masyarakat untuk belajar agama saat ini,” terang Zainut melalui keterangan tertulis, Minggu, 2 Mei 2021.

Menurut dia, pembelajaran agama yang keliru terbukti berpengaruh pada munculnya eksklusivisme beragama dan intoleransi. Lalu, berpotensi memunculkan konflik di tengah masyarakat, serta mengancam kesatuan bangsa dan nilai-nilai kemanusiaan.

Sebagai institusi pendidikan warisan para ulama, kata dia, pesantren terbukti telah berhasil melahirkan banyak individu unggul di berbagai bidang. Lulusannya memahami dan mengamalkan nilai ajaran Islam, dengan tetap mengedepankan ilmu dan akhlak, berjiwa mandiri, seimbang, dan moderat.

Bahkan, kata dia, jauh sebelum kemerdekaan, masyarakat pesantren telah berkontribusi dalam bidang dakwah, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Lewat perjuangan dan kepemimpinan para ulama, pesantren mampu memberikan kontribusi besar dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Capaian keberhasilan pesantren dalam kontribusi positif kepada bangsa dan negara sangat penting untuk terus dipertahankan. Termasuk tugas pesantren yang tidak kalah penting adalah menjaga dan mengawal moral, akhlak bangsa dan menebarkan pemahaman beragama yang toleran (tasamuh), moderat (tawasuth), seimbang (tawazun), adil dan berkemajuan,” lanjutnya. Zainut meyakini pesantren adalah tonggak utama dalam mengawal moderasi beragama. Moderasi beragama sesungguhnya menjadi solusi antara dua ekstremitas beragama, yaitu ekstremitas ultrakonservatif dan ekstremitas liberal. (RB)