Indonesia Punya Potensi Strategis Tumbuhkan Inklusi Keuangan Syariah

Indonesia Punya Potensi Strategis Tumbuhkan Inklusi Keuangan Syariah
Indonesia Punya Potensi Strategis Tumbuhkan Inklusi Keuangan Syariah

Ibadah.co.id – Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama muslim memiliki posisi strategis dalam mengembangkan Inklusi Keuangan Syariah secara Nasional. Direktur Pemasaran Askrindo Syariah, Supardi Najamuddin megatakan, hal tersebut menunjukkan bahwa program inklusi keuangan syariah masih memiliki banyak ruang dan peluang untuk tumbuh dan berkembang.

“Potensi ekonomi Pondok Pesantren (Ponpes) juga sangat besar dengan jumlahnya di Indonesia mencapai 28.194 pesantren pada tahun 2020,” kata Supardi dilansir dalam kontan.id, Kamis (9/9).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa fungsi Ponpes sesuai dengan UU No.18 Tahun 2019 tentang Pesantren tidak terbatas hanya untuk pendidikan dan dakwah, namun juga untuk pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Sejumlah langkah dilakukan Askrindo Syariah dalam rangka membantu meningkatkan literasi keuangan syariah, salah satunya dengan pemberian edukasi dan literasi keuangan syariah untuk UMKM dan enterpreneur santri Punthuk Kepuh. Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari OJK, Bank Indonesia, Bank Syariah serta Aksrindo Syariah.

“Kami mengharapkan agar seluruh pihak terkait dapat mendukung program nasional ini sebagai implementasi tanggung jawab moril kita untuk membawa generasi muda menjadi generasi penerus bangsa yang cakap serta mandiri dalam mengelola keuangan,” harap Supardi.

Baca Juga : Askrindo Syariah Ikuti Inklusi Keuangan Syariah di Jombang

Sebelumnya, Kemenko Perekonomian RI bersama anggota DNKI melaksanakan sinergi program dalam upaya percepatan inklusi keuangan bagi ponpes, meliputi implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pesantren, pembiayaan One Pesantren One Product (OPOP) melalui KUR Syariah.

Kemudian, agen laku pandai pesantren, program kemitraan UMK Naik Kelas, Pesantren Go Digital, keagenan koperasi dan tabungan emas, edukasi keuangan terapan bagi pengurus koperasi pesantren, pembiayaan usaha perempuan melalui Bank Wakaf Mikro (BWM) pesantren, dan pengembangan Halal Value Chain (HVC) melalui koperasi pesantren mart digital.

Sekretariat DNKI pun memfasilitasi sinergi dan kolaborasi program antara Bank Mandiri, Pertamina, Telkom Indonesia, Pegadaian, dan Jamkrindo, dengan Koperasi Umat Rejaning Karyo (Ureka) dengan pembina Habib Luthfiy Ali bin Yahya, melalui implementasi bisnis ritel usaha pesantren Ureka Mart. Ureka Mart yang didukung Pontren Mart dalam operasinya bukan hanya berfungsi komersial, namun juga sentralisasi edukasi dan literasi keuangan untuk masyarakat. (EA)

Baca Juga : BSI Mobile, Jendela Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah