Percepat Pemulihan Ekonomi, Menkeu Harap Ahli Ekonomi Islam Berperan Aktif

Percepat Pemulihan Ekonomi, Menkeu Harap Ahli Ekonomi Islam Berperan Aktif
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menkeu Harap Ahli Ekonomi Islam Berperan Aktif

Ibadah.co.id –Dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi nasional maupun global, Ketua Umum IAEI sekaligus Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani berharap para ahli ekonomi Islam terus berperan aktif dalam berkontribusi melahirkan ide dan terobosan bagi kemajuan ekonomi.

“Ketidakmerataan pemulihan ekonomi di tingkat global menjadi tantangan kita semua, sehingga para ahli ekonomi Islam harus menyumbangkan ide pemikiran, tentu dari konteks ekonomi syariah,” katanya dalam Halal Bihalal IAEI yang digelar virtual, Rabu (9/6).

Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) diharapkan lebih berperan dalam menyumbangkan pemikiran-pemikiran untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan global.

Sri mengatakan sebagian negara sudah mulai bangkit dari pandemi sementara banyak lainnya masih tertinggal. Ada juga yang kembali terpuruk setelah sempat mengalami perbaikan, seperti India, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan lainnya.

Sejumlah negara juga tidak bisa mengakses vaksin sehingga pemulihan ekonomi menuju fase normal menjadi sangat tidak merata. Ia mengatakan Indonesia harus mewaspadai segala kemungkinan yang mungkin terjadi untuk menyesuaikan kebijakan di sisi fiskal juga moneter.

“Maka dari itu saya berharap semua ahli ekonomi Islam memahami konteks ekonomi global dan nasional sehingga bisa terus menyumbangkan pemikiran yang bisa betul-betul menjawab persoalan ekonomi Indonesia, dan menekankan pada aspek nilai keislaman,” ujarnya.

“Sebagai ikatan dari para ahli ekonomi islam di Indonesia, tentu kita juga tidak bisa terlepas dari fenomena covid ini yang mempengaruhi ekonomi kita. Kita juga kemudian harus berpikir keras bagaimana kita semua bisa berkontribusi untuk memulihkan perekonomian,” sambungnya.

Dia menambahkan, jaringan IAEI terus berkembang dengan mayoritas berbasis akademisi di dalam maupun luar negeri. Dengan jaringan yang luas, tentu konten dan kualitas akademisi di bidang ekonomi islam terus meningkat.

Baca Juga : Bagaimana Islam Memandang Aset Kripto? MUI Segera Keluarkan Fatwa

“Pada akhirnya, kita berharap bahwa ekonomi yang berhubungan dengan alokasi sumber daya bisa dilakukan dengan prinsip-prinsip keislaman yaitu keadilan, transparansi, integritas, dan juga dukungan terhadap mereka yang paling tidak mampu bisa diwujudkan di dalam kebijakan kita dan ini akan mencapai tujuan dari agama Islam yaitu menjadi rahmat bagi seluruh dunia, rahmatan lil alamin,” pungkasnya. (EA)

Baca Juga : Literasi Wakaf Tunai di Kalangan ASN Masih Rendah, Mengapa?

1 COMMENT