Kemenpora Akan Bangun Pemuda Dengan Ideologi Pancasila

Ibadah..co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menjadi keynote speaker dalam acara Diskusi Kebangsaan, dengan tema “Pemuda Unggul Berideologi Pancasila, Membangun  Ideologi Pancasila yang Maju”.

Acara diskusi kebangsaan ini digelar oleh Gerakan Muda Ono Niha (Gemoni), Rabu (27/11) siang di Teater Wisma, Kemenpora.

“Sesuai dengan arahan Presiden, Pertama tidak ada visi misi menteri yang ada adalah visi misi Presiden. Visi misi Presiden ada lima program utama, salah satu diantaranya yang berkaitan langsung dengan Kemenpora adalah  pembangunan sumber daya manusia,” katanya.

Menurutnya, kalau sebelumnya di periode pertama Presiden Jokowi konsentrasinya pada percepatan pembangunan infrastruktur maka sekarang manusianya yang dibangun oleh Presiden. Dalam hal inin Menteri pemuda indonesia akan membangun Indonesia dengan  Ideologi Pancasila.

“Berkaitan dengan itu, Kemenpora tentu harus menyesuaikan dengan visi misi Presiden. Karena itu, ke depan program yang ada di Kemenpora tidak banyak. Hanya cukup dua saja,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima MINA.

“Program pertama adalah mendorong pemuda untuk menjadi kreatif, inovatif, mandiri serta punya daya saing, oleh karena itu, kami lebih memfokuskan kepada munculnya kewirausahaan di kalangan pemuda. Dengan begitu, ketika lulus dia tidak harus sibuk kesana kemari keliling mencari pekerjaan tapi justru memberi pekerjaan,” tambahnya.

“Kedua, adalah penguatan ideologi dan  karakter serta budaya bangsa. Sekarang ini berbagai paham masuk ke negeri kita, ideologi Pancasila mulai terganggu, padahal negeri ini dibentuk dengan kesepakatan dan Pancasila itu adalah kesepakatan dari para pendiri negeri ini. Maka sampai kapan pun tidak boleh berubah,” katanya.

“Di sinilah peran Kemenpora untuk menguatkan para pemuda agar selalu  merawat dan mempertahankan Ideologi Pancasila. Dan kami meyakini, kalau karakter bangsa dan budaya bangsa kuat maka akan punya daya tahan. Ideologi apapun yang akan masuk dari luar untuk merubah bentuk negara dengan berbagai dalil tidak akan bisa ,” katanya. (RB)