Kiai Ma’ruf Amin: Ekonomi Syariah Memberi Ruang pada Ekonomi Sosial dan Kesejahteraan Umat

Kiai Ma’ruf Amin: Ekonomi Syariah Memberi Ruang pada Ekonomi Sosial dan Kesejahteraan Umat
Kiai Ma’ruf Amin: Ekonomi Syariah Memberi Ruang pada Ekonomi Sosial dan Kesejahteraan Umat

Ibadah.co.id – Dalam kehidupan manusia, ekonomi sangatlah berpengaruh terhadap kelangsungan hidup manusia sehari-harinya. Karena itu, manusia dalam hidupnya membutuhkan makan dan minum serta tempat tinggal yang layak. Melihat praktek transaksi yang terjadi di Indonesia, kita akan menjumpai masyarakat yang mana terjebak dalam sistem ekonomi konvensional. Di mana sistem seperti ini membuat masyarakat kalangan bawah semakin terjepit dalam artian semakin mempersulit prekonomiannya. Maka dari itu, kita perlu adanya inovasi sistem ekonomi yang baru, berbicara tentang sistem pastilah kita ketahui bahwasanya adalah elemen-elemen yang mengatur cara kerja agar mencapai tujuan.

Dalam hal ini, pemerintah berkomitmen untuk mengakselerasi sistem ekonomi syariah dan keuangan syariah agar supaya perekonomian di Indonesia bisa stabil dan mensejahterskan warga negaranya. Wapres RI (K.H. Ma’ruf Amin) menyebut keuangan syariah harus mendapat perhatian khusus, serta dapat dukungan dari berbagai elemen-elemen masyarakat.

Dan beliau mengatakan pada saat menghadiri pembukaan SILAKNAS pada Jumat, (06/11/19) “Penguatan keuangan syariah merupakan sarana penguatan ekonomi yang di mulai pada saat ini.”

Kenapa sangat penting kita (bangsa indonesia) menerapkan ekonomi syariah?, karena dalam sistem ekonomi syariah, kita akan diatur agar supaya tidak terjerumus dalam perkara riba, karena riba itu sendiri hanya mengunntungkan pihak tertentu saja, seperti halnya contoh ketika meminjam uang terhadap lembaga keuangan konvensional dengan nilai Rp 1.000.000 maka kita tidak akan bisa mengembalikan dengan jumlah yang sama waktu meminjamnya melainkan semakin tinggi nilai nominalnya tergantung dengan bunga persentase yang telah di tetapkan oleh lembaga yang terkait.

Dengan seperti ini akan membuat masyaratkat kalangan bawah semakin melemah tingkat ekonominya, dan hal ini juga tidak sesua dengan nilai yang ada pada Pancasila sila ke-2 yang berbunyi “kemanusiaan yang adil dan beradab”.

Selain memberantas riba ekonomi syariah juga mencegah terjadinya pelanggaran gharar, gaharar itu sendiri mempunyai arti ketidak jelasan atau samar-samar, yang mana apa bila dalam transaksinya ekonominya syariah harus melihat atau mengatahui terlebih dahulu barang agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Di lansir dari liputan6.com K.H. Ma’ruf amiin juga menerangkan ekonomi dan keuangna syariah mengandung nilai-nilai keadilan, sistem ekonomi syariah tidak terfokus dalam percepatan melaikan dalam kesetabilan dan kesinambungan.

“Hanya ekonomi syariah yang memberi ruang sama pada ekonomi sosial dan kesejahteraan yang merata”. Tutur K.H. Ma’ruf, Jumat (06/12/19).

Dari perkataan beliau menyatakn bahwa ekonomi syariah bisa masuk terhadap sosail dan kesejahteraan, karena ekonomi syariah itu sendiri mempunyai nilai ke-islaman di mana semua prakteknya berlandaskan al-Qur’an dan Hadits, jika menyadari bahwa di Indoneisa adalah mayoritas Islam terbanyak di dunia maka hukum wajib menjalankan ekonomi syariah, karena dalam ekonomi syariah terdapat tuntutanan yang Allah SWT telah tetapkan. Selain itu tujuan ekonomi syariah yaitu tercapainya kebahagian dunia dan ahirat melalui tatanan hidup yang terhormat.

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan masyarakat di Indonesia masih tidak mengenal tentang apa itu ekonomi syariah. Meskipun banyak media yang memberitakannya karena notabeni masyarakat hanya mecari hiburan semata lewat media, maka perlu adanya sosialisasi terkait hal ini dan menjelaskan secara mendasar tentang bagaimana pentingnya ekonomi syariah, karena percuma meskipun petinggi negara telah menjelaskanya namun tidak adanya pendekatan terhadap masyarakat.

Karena mengingat suatu negara dikatakan baik dan bagus apabila pemerintahanya bisa mensejahterakan warga negaranya, akan tetapi bagai mana bisa sejahtera jika di dalam suatu tubuh negara terdapat kemiskinan yang sangat tinggi, dengan melihat kasus seperti ini butuh adanya upaya secara husus dari pihak pemerintah.(HN/Ibadah.co.id.Sumber foto Republika)