Mualaf Jupiter: Aku Temukan Kedamaian dalam Islam

Mualaf Jupiter: Aku Temukan Kedamaian dalam Islam
Mualaf Jupiter: Aku Temukan Kedamaian dalam Islam

Ibadah.co.id – Seperti ini bunyi Ayat QS az-Zukhruf ayat ke-87 yang sering dibacakan oleh Ahmad Kukman Jupiter, “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?.”

Jupiter meyakini bahwa Allah adalah Tuhan pencipta segala alam dan semesta, mualaf yang bersyahadat pada tahun 2017 lalu di Masjid Sunda Kelapa meyakini bahwa Tuhan yang sebenarnya adalah memang Allah satu-satunya, Jupiter yakin bahwa Allah itu tidak beranak dan tidak dilahirkan seperti yang tertea dalam surah Al-ikhlas, bahwa Allah itu satu.

Anggota legislatif DKI Jakarta yang akrab disapa Jupiter ini berkomitmen akan mejalankan kewajibannya sebagai muslim setelah tersentuh hatinya untuk memeluk agama islam setelah melaluai perjalanan hidupnya dalam pencarian Tuhan. Ia berjanji akan mengaji Al-qur’an dan berjanji akan rajin shalat dalam bimbingan ustaz.

Riwayat penyakit tukak lambung menjadi pertimbangannya untuk tidak menjalankan puasa. Dia khawatir penyakit ini akan kambuh, karena memang sebelum memeluk Islam dia tidak pernah satu kalipun berpuasa.

“Di tahun pertama saya Islam, saya telah menjalankan ibadah puasa Ramadhan, awalnya saya tidak suka dengan puasa,”kata dia.

Jupiter yakin, dengan kekuatan iman, ia mampu melakukan hal yang sebelumnya sangat sulit dilakukan. Seperti kelemahannya soal susahnya menahan haus, ketika ia mencoba berusaha untuk berpuasa setiap hari, ia mampu melawan kelemahan dirinya dan mampu menjalankan bagian dari rukun islam itu dengan lancar dan penyakitnya pun tidak kambuh. Jupiter yakin ini adalah wujud rasa sayang Allah SWT terhadap orang-orang yang berusaha memperbaiki imannya.

“Saya kira, saya akan mengalami kesulitan untuk menjalani puasa Ramadhan, namun dengan iman dan kecintaan kepada Allah saya mampu melaluinya dengan bahagia,”jelas dia.

Ada satu hal yang paling diyakininya, Allah begitu baik dengannya. Ketika berdoa apapun yang diminta, Allah selalu mengabulkannya. Ketika Allah telah mengijabah doa-doanya, Allah sebenarnya hanya meminta satu dari umat-Nya, yaitu ketakwaan. Seharusnya sebagai manusia memberikan ketakwaan bukanlah hal yang sulit dibandingkan dengan semua yang telah diberikan Rabbnya.

Jupiter juga menjalankan ibadah umroh untuk yang pertama kalinya pada awal 2018 lalu, selain memetik pelajaran dari rukun ibadah yang lain, ia mengaku ada banyak hal yang telah ia pelajari ketika rihlah ke tanah suci, Makkah, tanah kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Dalam halaman Republika.co.id, Jupiter menceritakan tentang kisah keajaiban air zam-zam dengan takjubnya. Kisah yang paling berbebas setelah mejalankan ibadah umroh.

Dia heran dengan air zam-zam yang bisa muncul ketika Siti Hajar mencari air minum untuk anaknya Ismail, dapat bertahan hingga saat ini. Bahkan air zamzam ini telah memberikan minum jutaan orang banyaknya.  Jupiter juga mengenang kisah Ka’bah dan beberapa tempat yang bersejarah lainnya. Bukan hanya kisah air zam-zam, ia juga banyak mengambil pelajaran dari kisah-kisah tersebut yang semakin menguatkan dirinya dalam keislaman.

Jupiter kini juga rajin mengikuti kajian yang membuatnya banyak memetik hikmah dari Al-qur’an dan hadis yang telah ia pelajari. Ia berusaha menggunakan pedoman tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-harinya.

Kata dia, “Hadis yang luar biasa yang saya selalu ingat dan saya terapkan dalam keseharian saya, adalah sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya.”

Dikutip dari republika.co.id, ayat inilah yang menjadi komitmennya untuk menjalani pekerjaan sebagai anggota legislatif. Sebisa mungkin keberadaannya menjaid bermanfaat untuk orang lain, tak hanya dalam pekerjaan tetapi juga di setiap sisi kehidupan yang bersinggungan dengan orang lain.  Sebelumnya pada 2014 dia maju sebagai calon legislatif untuk mengisi kursi di DPRD DKI Jakarta. Sayang sekali, upayanya mendapatkan suara konstituen saat itu gagal total. Tetapi pada 2019 dia berhasil terpilih dan kini duduk di Komisi C DPRD DKI JAKARTA.  Dari kegagalan ini, dia seperti kembali tersadar. Ritual-ritual memang sudah ditinggalkannya, tetapi batinnya justru kian dahaga untuk menemukan cahaya.

Jupiter saai ini merasa jauh dengan Sang Penciptnya. Bukan hanya dengan sekadar ibahad ritual, tapi benar-benar taa dengan perintah-Nya dalam setiap harinya.

Dekat dengan orang-orang muslim, Jupiter sering curhat soal agama islam, hingga soal bacaan-bacaan tentang akidah islam ia di sambut hangat oleh kawan-kawannya yang beragama islam dalam pembahasan mengenai tauhid.

Allah SWT adalah Tuhan, satu-satunya zat yang berhak disembah. Dialah Yang Maha Menciptakan alam semesta. Demikian lah ajaran Islam.

Bagi Jupiter, Islam sangat menyentuh akal dan jiwanya.  Menurut agama ini, amalan seorang insan yang beriman hanya ditujukan kepada-Nya. Inilah makna tauhid.

Jupiter mulai sering menghadiri kajian-kajian keagaam dimasjid, setelah mengetahui hal itu, ia sangat antusias untuk mengetahui dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Pada tim republika, dia mengakut senang terlibat dalam pembahasan tentang kandungan Alquran bersama dengan ustaz-ustaz serta kawan-kawannya yang Muslim. “Saya menemukan kedamaian ketika saya mengetahui tentang Islam, dan saya yakini itu, untuk kemudian (saya) mengucapkan syahadat,” kata bapak dua orang anak itu.(HN/Ibadah.co.id)