Program Sisnu Jawa Tengah Akan Diduplikasi Beberapa PWNU

0
1016

Ibadah.co.id- Beberapa Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) akan mencoba untuk duplikasi program pendataan potensi nahdliyin PWNU Jawa Tengah dengan nama program Strategis Nahdlatul Ulama (Sisnu).


Melansir dari nu.co.id pada Selasa (08/09/20), Sekretaris PWNU Jawa Tengah H Hudallah Ridwan Naim mengatakan, beberapa pengurus NU baik dari PWNU maupun PCNU di luar Jateng beberapa kali berkomunikasi dan menyampaikan keinginannya untuk merealisasikan program Sisnu di daerahnya.


Hudallah Ridwan selaku Sekretaris PWNU Jawa Tengah berkata bahwa dari pengurus NU baik PWNU maupun PCNU luar Jateng sempat berkomunikasi menyampaikan niatnya untuk menerapkan program Sisnu di daerah mereka masing-masing.
“Kami terbuka, silakan kalau ada PWNU maupun PCNU di luar Jateng yang berminat untuk menduplikasi program Sisnu ini akan kami bantu,” ucap Huda.


Kemudian PWNU Istimewa Jogjakarta (DIY) berencana serius program ini dan akan segera direalisasikan.
“PWNU DIY akhir pekan ini akan bersilaturahim ke PWNU Jateng untuk mendalami Sisnu yang manfaatnya sangat dirasakan oleh warga NU maupun organisasi. Melalui program ini pengurus akan mendapatkan informasi riil tentang database pontensi nahdliyin yang kongkrit,” tambahnya.


Di sisi lain, mesin organisasi harus terus bergerak secara otomatis. Interaksi antar beberapa lapisan seperti warga, pengurus, admin hingga operator program harus berlangsung intens.
“Program ini dinamisasi organisasi terjadi, inilah salah satu keuntungan yang didapat. Ranting, MWCNU, dan cabang yang semula kurang dinamis terpacu dengan sendirinya untuk bergerak memberikan pelayanan kepada warga,” ucapnya.


Dinamika ini telah ada di seluruh cabang MWCNU, ranting Jateng serta cabang-cabang perbatasan Jateng seperti DIY.
“Program ini sangat sederhana aplikasinya, sistem yang disiapkan tidak jlimet, untuk bisa mengoperasikannya cukup disiapkan admin dan operator yang dilatih melalui program bimbingan teknis (bimtek) yang ditangani fasilitator dari PWNU Jateng,” ucapnya.
“Bagi kami yang penting adalah memperoleh data base potensi warga yang terverifikasi. Jika menginginkan diterbitkan Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) bisa langsung dicetak saat itu juga tentu dengan mengganti ongkos produksi,” tambahnya.


Mahsun Mahfudh selaku Wakil Ketua PWNU Jateng mengungkapkan bahwa realiasasi program Sisnu ini bertujuan untuk memberi kesadaran kepada seluruh nahdliyin tentang pentingnya berorganisasi dan mematuhi keputusan organisasi.
“Misalnya untuk bisa mendapatkan Kartanu, seseorang siapapun dia baik tokoh atau pimpinan NU harus mengikuti proses input data yang ditangani operator di tingkat ranting, tidak bisa langsung dilayani di PW, PC atau MWC,” katanya.


Kemudian, sistem ini memang harus ditaati oleh siapa saja. Namun, dalam pelayanan di lapangan operator Sisnu akan memberikan layanan khusus pada kasepuhan.
“Para kasepuhan akan disowani operator dengan didampingi pengurus ranting NU untuk menginput dokumen diri kasepuhan bersama keluarga di kediamannya,” tegasnya. (DAF)