Bank Muamalat Lakukan Trobosan Baru Haji Milenial

0
99

Hedging Bank Syariah: Teller menghitung uang di Bank Muamalat, Jakarta Selatan, Kamis (10/3). Baihaki/10/3/2016

Ibadah.co.id-Kementerian Agama (Kemenag) RI beberapa minggu lalu telah putuskan untuk tidak berangkatkan jamaah haji tahun ini. Bersamaan dengan itu, PT Bank Muamalat Tbk  Indonesia lakukan trobosan baru berupa haji milenial.

Bank Muamalat berikan dukungan kuat atas Gerakan Mari Tunaikan Haji Selagi Muda (MINA). Gerakan ini disebut sebagai haji muda yang diusung oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). CEO Bank Muamalat, Achmad K. Permana mengatakan Bank Muamalat ingin memfasilitasi secara konkrit, tak hanya himbauan, bagaimana gerakan ini bisa terealisasi.

“Ada dua tujuan, pertama ingin memudahkan, kedua untuk pemuda yang sudah punya pendapatan, apakah mau menabung berapa lama, atau kita memberi bantuan keuangan sehingga bisa mendapatkan porsi,” ujarnya saat konferensi pers di Gedung Bank Muamalat, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Menurutnya generasi milenial yang menyiapkan haji selagi berusia 25 sampai 50 tahun, maka bisa menunaikan rukun islam yang ke-5 ini pada usia 50 tahun. Hal ini merujuk pada daftar tunggu haji di Indonesia yang rata-rata memakan waktu selama 20 tahun.

“Akan ada terobosan, bagaimana mereka bisa merencanakan keuangan sehingga ini bisa tercapai,” ujarnya lagi Bank Muamalat merupakan bank nomor wahid untuk pemberangkatan haji plus setidaknya dalam 2 tahun terakhir. Sementara untuk pemberangkatan haji secara total merupakan peringkat kedua.

Selanjutnya Direktur Ritel Bank Muamalat, Purnomo B Soetadi berdasarkan hasil survei, setidaknya ada 13 juta generasi milenial yang bisa memanfaatkan fasilitas perbankan untuk memasarkan haji muda. Dengan menjadi nasabah Bank Muamalat, ada keuntungan yang akan diperoleh nasabah milenial tersebut.

“Kalau memanfaatkan pembiayaan Bank Muamalat, akan langsung didaftarkan. Kalau menabung, harus mencapai Rp 25 juta baru masuk antrian. Ini porsi mempersingkat,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Anggota Badan Pelaksana BPKH A. Iskandar Zulkarnain menyebut usia haji saat ini yang berangkat ke tanah suci adalah rentang 60-70 tahun. Dikarenakan ibadah haji sebesar 80% ibadah fisik, gerakan haji muda diharapkan bisa memberangkatkan usia lebih muda.

Jika mendaftarkan saat usia 25-30 tahun, maka saat berangkat berusia 50 tahun. “Ini lebih produktif, bisa lebih lancar, InshaAllah haji sempurna dan mabrur,” tegasnya. “Tahun lalu kita memberangkatkan 120 ribu jemaah. Saat ini ada 1,5 juta penabung (haji), karena Bank Muamalat fokus di segmen ini, setengahnya adalah penabung haji dan umroh,” tegasnya.

 

Gerakan haji muda ini sudah berjalan selama dua tahun. Dimana pada tahun pertama pendaftaran haji muda pertumbuhannya hanya 17%. Sementara untuk tahun kedua pertumbuhan haji mengalami peningkatan. “Kampanye tahun kedua, pertumbuhan haji milenial 42% luar biasa. Semangat ini kita minta perbankan membantu juga mempersiapkan tabungan sejak usia dini,” pungkasnya. (RB)