Lobi Haji 2022, Menag Yaqut Akan Terbang ke Saudi Perkuat Konsolidasi

60 Detik! Menag Ajak Masyarakat Doakan Orang yang Wafat Akibat Covid-19
60 Detik! Menag Ajak Masyarakat Doakan Orang yang Wafat Akibat Covid-19

Ibadah.co.id –Pembatalan pemberangkatan haji tahun 2021, menjadi pembelajaran untuk pemerintah utamanya Kementerian Agama agar melakukan perencanaan sejak dini agar pada 2022 mendatang jamaah haji Indonesia bisa berangkat ke Tanah suci.

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa dirinya akan segera terbang ke Arab Saudi untuk memperkuat komunikasi dan konsolidasi, pada Rabu (16/6).

“Kami akan segera  ke sana setelah mendapat izin dari Pemerintah Arab Saudi,” ungkap Menag di Jakarta dilansir dari laman Kemenag.

Menag menambahkan bahwa jika dibandingkan dengan pandemi global yang pernah terjadi, Covid-19 ini merupakan peristiwa yang memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat dunia. Termasuk dalam pergerakan lintas negara maupun benua.

“Saat ini misalnya, sulit untuk masuk Saudi. Penerbangan Indonesia sampai saat ini tidak boleh masuk. Ini pastinya mengganggu semua aktivitas. Kita tidak tahu kapan berakhirnya pandemi ini. Tapi karena kita sudah dua kali membatalkan keberangkatan haji akibat ini, maka untuk tahun depan harus diantisipasi lebih awal,” ujar Menag.

Selain akan langsung ke Arab Saudi, pada hari itu juga Tim Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag dan Pusat Kesehatan Haji, Kemenkes, berkunjung ke Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta untuk membahas seputar haji dan umrah.

Pada pertemuan tersebut, Sesditjen PHU Ramadhan Harisman mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan koordinasi lebih dini untuk membahas rencana penyelenggaraan dan pengaturan umrah 1443 H. Selama ini, penyelenggaraan umrah biasanya dimulai pada Muharram, setelah musim haji.

“Kami sangat berharap Indonesia bisa memberangkatkan jamaah umrah, apalagi jika setelah penyelenggaraan haji nanti kondisi pandemi membaik,” ujar Ramadhan.

Sementara Dubes Saudi Esaam Althaqafi mengatakan bahwa pemerintahannya masih fokus dalam penyelenggaraan haji 1442 H untuk domestik dan ekspatriat. Dalam kondisi normal, umrah dibuka selesai musim haji. Namun, kata Esaam, semua belum ada yang tahu bagaimana perkembangan pandemi ini ke depan.

“Untuk umrah, kami masih melihat situasi. Kalau ada kebijakan terbaru dari Saudi, kita akan segera komunikasikan dengan pihak Kementerian Agama,” ujarnya.

Baca Juga : Dubes Saudi Sambangi MUI Jelaskan Soal Haji Indonesia

Esaam mengatakan juga bahwa Indonesia adalah mitra utama Arab Saudi. Indonesia adalah pengirim jamaah haji terbesar dengan jamaah umrah lebih dari satu juta setiap tahunnya. (EA)

Baca Juga : Viral! Einstein Sempat Prediksi Zionis Israel Akan Runtuh, Begini Isi Suratnya

3 COMMENTS