Diaspora Santri Berperan Penting Kembangkan Wisata Halal dan Ekonomi Syariah

Diaspora Santri Berperan Penting Kembangkan Wisata Halal dan Ekonomi Syariah
Diaspora Santri Berperan Penting Kembangkan Wisata Halal dan Ekonomi Syariah

Ibadah.co.id –Diaspora santri memiliki peran penting dalam mengembangkan halal tourism (wisata halal) dan ekonomi syariah. Para diaspora santri dengan pelbagai latar belakang keilmuan, harus siap mengembangkan bisnis dan teknologi untuk kemaslahatan bersama dan kemajuan bangsa.

Dilansir dari NU Online, pernyataan ini disampaikan oleh praktisi bisnis dan teknologi, Sitta Rosdaniyah. Iamerupakan Sekretaris PCINU Australia-New Zealand (2007-2010) dan saat ini mengabdi di Kementerian BUMN.

Bagi Sitta, peran diaspora santri sangat penting untuk menyongsong Satu Abad Nahdlatul Ulama, serta menyiapkan peta jalan NU pada abad kedua. Sitta juga mengajak agar para diaspora santri dapat memberi kontribusi dan berkolaborasi bersama.  

“Maka, penting kiranya kita spread out nilai-nilai Islam kita menjadi nilai perdamaian, karena itu memang menjadi dasar nilai perdamaian universal. Kemudian, di sektor ekonomi, marilah kita menjadi duta di bidang ekonomi. Indonesia ini market besar. Maka, mari para diaspora santri, kita juga menjadi duta di bidang ini,” ungkap Sitta.

“Mari kita memajukan industri halal dan keuangan Syariah. Teman-teman diaspora bisa menjadi ujung tombak untuk menguatkan kampanye terkait itu, sekaligus juga memberi influence bagi publik yang luas,” sambungnya.  

Selain itu, Sitta Rosdaniah juga menyoroti banyaknya generasi santri yang bergerak di bidang sains, ekonomi, dan teknologi, mengelola halal center ataupun teknologi center. Menurutnya, hal ini nantinya dapat berkolaborasi.

Di sisi lain, Sitta menegaskan, diaspora santri dapat menginisiasi industri kreatif Indonesia. “Jadi, saya mengikuti halal tourism di Andalusia, di Spanyol, sepak terjang Abdurrahman untuk mengibarkan Islam di Eropa. Itu hal yang luar biasa, dikemas dengan sangat bagus. Nah, itu bisa dijual 40 juta rupiah per orang,” ungkapnya.  

Untuk menguatkan peran diaspora santri, Sitta menjelaskan pentingnya jaringan dan data yang komprehensif. Ia mengatakan bahwa dibutuhkannya digital database dan networking.

“Nah, kalau sekarang kita sebagai profesional aktif di LinkedIn, nah ini para santri perlu membuat jaringan yang di situ kita bisa berkomunikasi secara profesional maupun secara informal,” ajaknya. 

Lebih dari itu, Sitta menjelaskan bahwa saat ini penting melakukan strategi personal branding bagi para ahli dari diaspora santri.

“Hal penting, kita juga penting untuk membranding ekspert di berbagai bidang dengan identitas Indonesia, Islam damai dan Ahlussunnah wal Jamaah. Jadi, branding di setiap bidang, ada ahli ekonomi, ahli teknologi, ahli medical science. Nah, itu akan menjadi legacy bagi kita semua,” terang Sitta. 

Saat ini, diaspora santri telah menyebar di lebih dari 40 negara, dengan keahlian yang beragam. Dari teknologi, sains, medis, bisnis hingga keuangan internasional. (EA)