Kasus Covid-19 Meningkat, Menag Sosialisasi Gerakan 5M

Kasus Covid-19 Meningkat, Menag Terbitkan Intruksi Sosialisasi Gerakan 5M
Kasus Covid-19 Meningkat, Menag Terbitkan Intruksi Sosialisasi Gerakan 5M

Ibadah.co.id – Dalam upaya menekan kasus penyebaran Covid-19, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan Instruksi Nomor :  01 tahun 2021 tentang Gerakan Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan (5M). Instruksi tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran Kementerian Agama, baik pusat maupun daerah.

Instruksi tersebut menindaklanjuti instruksi Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas, Jumat (29/1). Selain itu, Menag juga telah menggelar rapat koordinasi dengan para Kepala Kantor Wilayah dan Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota dari 13 provinsi secara daring  pada awal pekan ini.

Menag meminta jajarannya untuk menerapkan protokol kesehatan secara intensif dan mengajak ormas dan tokoh agama dalam sosialisasi gerakan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan.

“Ini bagian dari upaya kita untuk menekan laju paparan Covid-19 dan tentu saja ini bagian dari tugas kemanusiaan kita,” ujar Menag Yaqut, Selasa (2/2).

Melalui intruksi ini, ASN Kemenag harus menjadi teladan dalam penerapan 5M pada setiap aktifitas di kantor maupun di luar kantor. Selain itu, ASN diminta mensosialisasikan dan mengajak ormas maupun masyarakat dalam menerapkan Gerakan 5M.

“Instruksi lainnya terkait keharusan para pihak untuk melaporkan secara berkala terkait kemajuan gerakan sosialisasi penerapan protokol kesehatan (5 M) kepada Tim Tanggap Darurat Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kementerian Agama Republik Indonesia melalui website:lapor5m.kemenag.go.id. ,” tegas Gus Yaqut.

Instruksi ini melengkapi sejumlah ketentuan dan pedoman dalam penyelenggaraan layanan keagamaan di masa pandemi yang telah diterbitkan sebelumnya oleh Kementerian Agama. Ketentuan itu terkait penyelenggaraan ibadah di rumah ibadah, serta pembelajaran di lembaga pendidikan agama dan keagamaan pada masa pandemi.

“Seluruh ketentuan prokes yang diterbitkan sebelumnya masih tetap berlaku. Bahkan harus ditingkatkan dan diperkuat pelaksanaannya melalui koordinasi dan pelaporan, semoga ikhtiar ini bisa dilaksanakan secara optimal dan Indonesia terjaga dan segera terbebas dari Covid 19,” tandasnya. (EA)

5 KOMENTAR

Comments are closed.