Sah! MUI Haramkan Pinjaman Online Berbau Riba

Uang Rupiah
Sumber : Pixabay.com || Ilustrasi Uang.

Ibadah.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya mengeluarkan fatwa haram bagi pinjaman online. Fatwa ini dikeluarkan setelah diadakannya Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI. Untuk itu umat Islam dilarang mengajukan pinjaman online yang berbau riba. 

Wakil Ketua MUI Asrorun Niam Saleh mengatakan, pada dasarnya perbuatan pinjam meminjam atau hutang piutang merupakan bentuk akad tabarru’ (kebajikan) atas dasar saling tolong menolong yang dianjurkan sejauh tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Syariah. Ia juga mengatakan sengaja menunda hutang hukumnya haram.

“Sengaja menunda pembayaran hutang bagi yang mampu hukumnya haram,” kata Asrorun, Jumat (12/11/2021).

Asrorun juga mengatakan segala bentuk pinjaman yang berbau riba hukumnya haram. Meskipun dalam praktiknya nanti ada kerelaan dari yang meminjam atau yang dipinjamkan.

“Layanan pinjaman baik offline maupun online yang mengandung riba hukumya haram, meskipun dilakukan atas dasar kerelaan,” ujarnya

Asrorun juga berharap Kominfo, Polri dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hendaknya terus meningkatkan perlindungan kepada masyarakat dan melakukan pengawasan serta menindak tegas  penyalahgunaan pinjaman online atau finansial technologi peer to peer lending (Fintech Lending)

Dirinya menyarankan, jika terpaksa karena kebutuhan mendesak, umat Islam hendaknya memilih jasa layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip Syariah.

“Salah satunya dengan mengoptimalkan instrumen keuangan sosial Islam dan filantropi seperti zakat,  wakaf. Ijtima Ulama jg menetapkan fatwa tentang bolehnya pendayagunaan zakat untuk al-qardh al-hasan,” ujarnya.

Selain itu, dirinya berharap agar penyelenggara pinjaman online hendaknya menjadikan fatwa MUI sebagai pedoman dalam semua transaksi.

“Pihak penyelenggara pinjaman online hendaknya menjadikan fatwa MUI sebagai pedoman dalam semua transaksi yang dilakukan,” Ujar dirinya. (AFZ)

Baca Juga : Wah! Kemenag Gelar AKMI di 12.809 Madrasah Ibtidaiyah