Keajaiban Membaca Al-Quran tanpa Mengetahui Maknanya

0
249

Ibadah.com-Al-Quran merupakan mukjizat terbesar yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad Saw. Kitab suci umat Islam ini diturunkan untuk menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya. Allah pun memberikan pahala di setiap huruf bagi yang membacanya.

Pentingkah kita membaca Quran? Bagaimana jika kita tidak mengerti maksudnya? Adakah dampak positifnya? Mungkin pertanyaan tersebut melintas di benak kita. Perlu kita ketahui, apa pun yang diperintah Allah pastinya mengandung kebaikan yang nantinya akan kembali kepada kita sendiri. Begitupun sebaliknya, segala sesuatu yang dilarang Allah, pastinya hal tersebut mengandung sesuatu yang berbahaya bagi kita. Hanya saja kita tidak pernah menyadari adanya bahaya tersebut.

Begitupun dengan perintah membaca al-Quran. Sebagaimana hadis yang berbunyi, “Barang siapa yang di mulutnya tidak keluar sesuatu dari al-Quran maka ia bagaikan rumah yang roboh.” (H.R. al-Tirmidzi)

Di hadis lain Nabi Muhammad menjelaskan perumpamaan seseorang yang tidak mau membaca al-Quran, Rasulullah bersabda, “Perumpamaan mukmin yang mau membaca al-Quran bagaikan pohon limau bau dan buahnya enak. Perumpamaan mukmin yang tidak mau mengaji bagaikan tumbuhan Rihanah, baunya enak tapi buahnya pahit. Perumpamaan orang munafik yang tidak mau membaca al-Quran bagaikan labu yang tidak berbau dan buahnya pahit.”

Di sebuah buku karya Ahmad Mujib El Shirazy, MA. Ada sebuah kisah, cerita dari seorang muslim tua di Amerika yang tinggal di sebuah perkebunan di sebelah timur pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya.

Suatu ketika sang cucu bertanya kepada kakeknya, karena dia sering mendapati sang kakek membaca al-Quran. Dia bertanya kepada sang kakek tentang manfaat seseorang jika membaca al-Quran, sedangkan orang tersebut tidak mengetahui maksud dan maknanya. Sang kakek tidak menjawab, melainkan dia meminta agar cucunya tersebut mengambilkan air dengan keranjang batu berlubang. Sang cucu menjalankan perintah sang kakek. Tapi apa yang terjadi? Belum sampai ke kakeknya, air dalam keranjang itu habis. Sang cucu tidak putus asa, dia berulang kali mengambil air dengan lebih cepat. Tapi hasilnya nihil. Akhirnya sang cucu mengeluh kepada sang kakek, karena usahanya untuk mengambil air sia-sia. Lantaran keranjang yang digunakan meliliki lubang-lubang besar. Sang kakek tersenyum. Dia berkata kepada sang cucu bahwasannya usahanya tidaklah sia-sia. Dia menunjuk keranjang yang di pegang cucunya, sembari berkata, “Memang benar, kamu tidak bisa mengambil air dengan keranjang tersebut karena keranjangnya terdapat lubang-lubang besar. Akan tetapi, lihatlah perubahan keranjang tersebut! Dia Nampak bersih luar dan dalam. Sebelumnya ia sangat terlihat kotor. Begitu pula perumpamaan orang yang membaca al-Quran meskipun dia tidak mengerti maksud dan maknanya,” jelas sang kakek kepada cucunya. (HN/Kontributor)