Peran Lembaga Zakat dalam Penguatan Ekonomi Umat

Peran Lembaga Zakat dalam Penguatan Ekonomi Umat
Peran Lembaga Zakat dalam Penguatan Ekonomi Umat

Lembaga Zakat merupakan salah satu piranti penguat ekonomi umat yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan kemashlahatan umat Islam. Dalam kondisi Covid — 19, Lembaga zakat secara serentak mengarahkan fokusnya pada ketahanan pangan, pemulihan dan penguatan ekonomi.

Pada bulan April lalu, Kementerian Agama (Kemenag) mendorong peran zakat dan wakaf sebagai jaring pengaman sosial di tengah masa darurat bencana Covid-19. Optimalisasi zakat dan wakaf dinilai mampu membantu mustahik yang terdampak pandemi global ini. Kebijakan kementerian Agama ini disahkan dengan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembayaran dan Pendistribusian Zakat Serta Optimalisasi Wakaf Sebagai Jaring Pengaman Sosial Dalam Kondisi Darurat Kesehatan Covid-19.

Salah satu isi surat edaran mensosialisasikan kepada segenap umat Islam khususnya yang telah memenuhi syarat wajib membayar zakat mal (zakat harta), untuk segera menunaikannya sebelum masuknya bulan suci Ramadhan 1441 Hijriyah.

Perihal ekonomi umat, Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional 2004 ~ 2015 KH Didin Hafidhuddin dalam tulisannya di Republika menyebut bahwa lembaga zakat termasuk tiga pilar penguatan ekonomi umat. Didin menjelaskan tiga pilar itu terdiri dari sektor riil, sektor moneter dan sektor ziswaf. Sektor riil seperti sektor perdagangan (al-Ba’i) sektor industri, sektor moneter seperti Lembaga Keuangan Syari’ah, dan sektor ziswaf terdiri dari zakat, infak, dan sedekah.

Di Indonesia, Lembaga amal zakat sangatlah beragam. Namun kali ini lebih fokus membahas tentang peran BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) dan LAZISNU (Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama), terutama dalam penguatan ekonomi umat usai pandemi.

Peran Badan Amil Zakat Nasional

BAZSNAS memiliki peran yang signifikan dalam pemberdayaan umat. Pendistribusian uang umat ini sangat beragam seperti untuk ekonomi, beasiswa, kesehatan, kajian strategis, bencana, Pendidikan, hingga untuk dakwah & muailaf. Dalam fokus ekonomi ini, BAZNAS melakukan berbegagai kegiatan seperti community development, pemberdayaan peternak, pembiayaan mikro, dan pemberdayaan ekonomi.

Salah satu contoh yang teranyar, tertera dalam berbagai artikel di websitenya. Seperti “Kembangkan Pertanian Organik, Petani Binaan BAZNAS di Karawang Siap Gunakan Pupuk Hayati”, “Semangat Sujiroh, Orang Tua Tunggal Kembangkan Usaha Zmart di Tengah Pandemi”, “Kelompok Jawara Tani Binaan BAZNAS Terima Pesanan 8,250 Kg Beras untuk Bantuan Sosial di Serang”, “Petani Binaan di Serang Panen 3 Ton Sawi Hasil Pendampingan Sistem Organik oleh BAZNAS’” dan lain sebagaianya.

Lebih menarik, segala informasi pengembangan dan pemberdayaan ekonomi umat semakin menjangakau sendi-sendi perekonomian desa. Tentu, pemberdayaan ini juga beriaku oleh Lembaga amal zakat yang lain seperti LAZISNU.

Peran Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama

LAZISNU sebagai lembaga amal zakat di bawah naungan organisasi terbesar di Indonesia, bertekad menjadi lembaga pengelola dana masyarakat (zakat, infak, sedekah, wakaf, CSR, dll) yang didayagunakan secara amanah dan profesional untuk kemandirian umat.

Hal ini bisa dilihat dari berbagai program yang hingga saat ini memudahkan para donator untuk menyalurkan zakat, infaq, sedakah dan wakafnya. Berbagai program ditampilkan secara menarik dalam web nucare.id. Di tengah pandemi, Sejumlah pesantren di Indonesia mulai beraktivitas kembali. Guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona, Protokol kesehatan terus dilakukan sehingga LAZISNU memberikan ruang donasi untuk para dermawan. Selain itu, ada juga penggalangan dana untuk membantu kebutuhan ekonomi guru ngaji di berbagai pelosok Nusantara.

Tentu, uraian tadi hanyalah contoh kecil peran lembaga zakat dalam penguatan ekonomi umat. Sebagai salah satu pilar penunjang ekonomi umat, tentu peran lembaga zakat selalu diandalkan sejak dulu, kini, dan nanti.

Peran Lembaga Zakat dalam Memutus Rantai Kemiskinan di Indonesia

Pandemi Covid-19 telah memunculkan dampak negatif seperti kenaikan angka kemiskinan dan kenaikan tingkat pengangguran, sehingga banyak penduduk dan kepala keluarga yang telah kehilangan pekerjaanya.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Kemenko PMK bekerjasama dengan K/L terkait melaksanakan Rapat Koordinasi Program Prioritas Nasional Layanan Keagamaan. Melalui Program Prioritas Moderasi Beragama, menjadi salah satu upaya strategi dalam rangka meperkukuh toleransi dan meneguhkan kerukunan dalam kebhinekaan. 

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK Agus Sartono menjelaskan terdapat beberapa Program Prioritas Moderasi Beragama.

 “Program Prioritas Moderasi Beragama yang dilakukan meliputi peningkatan kualitas pelayanan kehidupan beragama mencakup peningkatan fasilitas pelayanan keagamaan, pelayanan bimbingan perkawinan, penguatan penyelenggaraan jaminan produk halal, serta peningkatan kualitas penyelenggaraan haji serta umrah, pengembangan ekonomi umat dan sumber daya keagamaan’ ucapnya saat memberikan sambutan secara daring, pada Rabu (22/9).

Ia juga berharap kedepannya dapat memaksimalkan layanan keagamaan untuk memberantas kemiskinan, mewujudkan kesejahteraan rakyat, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

 “Kami berharap Kementerian/Lembaga, BAZNAZ, Lembaga Amil Zakat, Badan Wakaf Indonesia, Dompet Dhuafa, YBM BRI, dan seluruh komponen bangsa lainnya terus berupaya menguatkan pemberdayaan, meningkatkan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia, termasuk ikut berpartisipasi dalam menurunkan angka kemiskinan serta menanganin permasalahan sosial lainnya” jelasnya.

Agus Sartono tidak lupa memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Badan/Lembaga Zakat dan Wakaf di Indonesia atas kontribusi aktifnya dalam membantu pemerintah memberantas kemiskinan.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan mengucap terima kasih kepada saudara-saudara yang telah berkontribusi membantu pemerintah dalam menghadapi Pandemi Covid-19 dan berusaha memutus rantai kemiskinan di Indonesia’ ujarnya.

Pada rapat tersebut dihadiri oleh Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Pelaksana Jaminan Produk Halal (BPJPH), Forum Zakat, Badan Wakaf Indonesia, Forum Wakaf Produktif, Yayasan Baitul Maal BRI, Dompet Dhuafa, LAZIZ Muhammadiyah, dan lain sebagainya. Sebelum rapat ditutup Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama memberikan penghargaan kepada 45 Lembaga/Badan Zakat yang telah berkontribusi aktif membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan di Indonesia.