Take a fresh look at your lifestyle.

Amalan Bertemu Nabi Khidir Dari KH. Abdul Hamid Pasuruan

0 1,577

Ibadah.co.id – Siapa yang tak pernah mendengar kisah tentang Nabi Khidir? Seorang Nabi yang hidup ribuan tahun dan sampai saat ini masih hidup, bahkan sebagian orang dapat bertemu Nabi Khidir dengan banyak keistimewaan. Nama asli Nabi Khidir adalah Balya bin Malkan bin Fali’ bin Abir bin Fakhsyad bin Syam bin Nuh (Nabi yang menjadi bapak kedua setelah Nabi Adam).

Semua wali Allah pasti pernah berguru kepada Nabi Khidir, tak terkecuali Nabi Musa yang pernah menjadi muridnya. Tak sedikit orang yang juga ingin bertemu dengan Nabi Khidir.

Diceritakan, suatu ketika ada salah satu santri KH. Abdul Hamid Pasuruan sedang sowan (bertamu) ke rumahnya. Sesampai di rumah KH. Abdul Hamid, santri tersebut hendak menyampaikan maksud dan tujuannnya yakni ingin bertemu Nabi Khidir.

KH. Abdul hamid pun menjawab, “Baiklah, besok akan ada orang yang ke rumahmu. Orang yang pertama kali ke rumahmu dia adalah Nabi Khidir. Apa pun yang dimintanya segera berikan.”

Santri tersebut menyanggupinya. Esok harinya dia pun bersiap-siap menunggu tamu seperti yang dikatakan oleh KH. Abdul Hamid. Tak lama kemudian tamu yang tak lain Nabi Khidir pun datang, akan tetapi dia menyerupai sosok pengemis. Pengemis itu, meminta sarung yang dipakai santri tersebut.

Merasa kurang pantas, akhirnya sang santri berkata, “Sebentar, akan saya ambilkan sarung yang lebih bagus dari yang saya kenakan ini.” Santri itu pun masuk ke dalam rumah untuk mengambil sarung yang lebih bagus. Akan tetapi, ketika ia hendak memberikan sarung tersebut pada pengemis, pengemis itu hilang tanpa jejak.

Ada amalan-amalan yang apa bila kita istiqamah membacanya kita juga akan dipertemukan dengan Nabi Khidir. Adapun amalan tersebut adalah: Membaca lafal berikut ini, sebanyak 3 kali tiap usai salat fardu.

“Bismillaahi maasya allaahu laa yasyuuqul khaira illallaah. Bismillaahi maasyaa allahu laa yashrifussuua illallaah, Bismillaahi maasyaa allaahu maakaana minni’matin faminallaah. Bismillaahi maasyaa allaahu laa haula walaa quwwata illaa billaahi aliyyil adziim.”

Sebelum itu hendaknya tawashul terlebih dahulu kepada Nabi Khidir. Syarat terakhir adalah, tidak boleh berburuk sangka kepada orang lain.
Apabila kita sudah memenuhi amalan dan syarat tersebut, insyaallah kita pun berkempatan bertemu  Nabi Khidir. (HN / Kontributor).

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy