Akademisi UNUSIA Ungkap Masuknya Islam di Negri Petro Dollar, Brunai

Ibadah.co.id – Dalam rangka menyongsong se-Abad NU, akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta, Ahmad Fairozi mulai getol menyembung sejarah persebaran agama Islam di Nusantara. Menurutnya hal ini diniatkan untuk mengungkap ketersambungan sejarah persebaran agama Islam dari satu daerah ke daerah selainnya.

Mahasiswa Pascasarjana itu hendak menekanakan bahwa wujud peraktek keagamaan (religiosity) dari saru daerah ke daerah tidaklah sama. Akan tetapi hal itu tidak menunjukkan bahwa ada ajaran agama Islam yang bervariasi antara satu tempat dengan tempat lain. Pihaknya menegaskan bahwa perbedaan peraktek keagamaan di satu tempat dengan tempat lain disebabkan perbedaan latar budaya, karakter dan penafsiran yang tidak sama terhadap nash Islam itu sendiri.

Pada satu kesempatan ketika ditemui oleh tim Ibadah.co.id, Fairozi menegaskan bahwa realitan peraktek Islam di Nusantara ini hampir mirip dengan kebereadaan Islam di negara-negara lain. Artinya Islam mulai datang dan memberi warna pada masyarakat yang sebelumnya telah mapan dengan berbagai agama-agama yang mendahuluinya.

Menurutnya, sejarah agama-agama di Brunei dimulai dari agama Hindu-Buddha. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya replika stupa saat pertama kali kerajaan itu didirikan. “Pada intinya Islam itu datang hanya menyempurnakan ajaran agama-agama sebelumnya. Sejauh ini perkembangan Islam sendiri tidak lepas dari pengaruh para gujarat arab dan para musafir Arab sejak tahun 977 M” tegas akademisi UNUSIA itu.

menurut Fairozi, agama Islam pertama kali di Berunai bermula sejak Raja Puni Mahamosha (Muhammad Shah) pada tahun 1363 M.  “Islam di Berunai itu tidak tua-tua banget. Kita dapat melihat Islam di Berunai sejak abad ke 14. Pada waktu itu kerajaan Brunei Tua merdeka, Raja Awang Alak Betatar kawin dengan seorang putri Kesultanan Johor. Melalui perkawainan tersebut Raja Awang Alak Betatar akhirnya memeluk Islam dan mendapatkan gelar dari Sultan Johor, yaitu Sultan Muhammad Shah. Saat itulah pertama kalinya Islam diterapkan sebagai agama negara,” tegasnya.

Pihaknya menuturkan bahwa masa Sultan Muhammad Shah cukup lama dan berhasil memberi bekas ajaran agama Islam yang kuat pada rakyatnya. “Pemerintahan itu berkuasa sekitar 40 tahunan dari tahun 1363 sampai tahun 1402 M. Selama itu Islam menjadi agama negara dan berhasil menanamkan nilai nilai luhur pada masyarakatnya,” pungkas kandidar Magister itu. (RB)