Bank Syariah Indonesia Bakal Dongkrak Pertumbuhan Fintech Syariah

Bank Syariah Indonesia Bakal Dongkrak Pertumbuhan Fintech Syariah
Bank Syariah Indonesia Bakal Dongkrak Pertumbuhan Fintech Syariah

Ibadah.co.id– Penggabungan atau merger bank syariah BUMN yang tergabung dalam Bank Syariah Indonesia (BSI) digadang-gadang akan mendongkrak pertumbuhan bisnis fintech syariah.

Hal ini mengingat, merger tersebut melibatkan tiga bank besar seperti PT Bank BRI Syariah Tbk, PT BNI Syariah dan PT Bank Mandiri Syariah yang akan meningkatkan penyaluran industri hingga triliunan rupiah.

Dilansir dalam kontan.co.id, Ketua Klaster Fintech Pendanaan Syariah Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Lutfi Adhiansyah mengatakan merger BSI akan menyediakan dana siaga (standby fund) untuk disalurkan.

“Sehingga pembiayaan fintech syariah meningkat melalui kerjasama penyaluran dengan BSI senilai Rp 1 triliun – Rp 1,5 triliun,” sambung Lutfi Adhiansyah, Minggu (9/5). 

Diperkirakan pembiayaan fintech syariah akan semakin besar karena  pipeline BSI dan BPR Syariah untuk penyaluran ke fintech syariah bisa menyentuh angka hingga lebih dari Rp 2 triliun. 

Perkembangan bisnis fintech syariah juga didorong oleh banyaknya bank – bank daerah yang berkonversi ke syariah, sehingga akan menambah potensi partner korporasi sebagai pemberi dana (lender) bagi fintech syariah. 

Baca Juga : BSI Galakkan Tabungan Haji Muda Indonesia

Bukan hanya itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mendorong kolaborasi Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) dengan AFPI untuk bekerjasama dalam penyaluran kredit antara BPR Syariah dan fintech syariah. 

Berdasarkan data AFPI, penyaluran pembiayaan syariah sejak empat tahun lalu hingga Februari 2021 sudah mencapai Rp 2 triliun dari sembilan platform. Nilai itu meningkat hingga 1.533% dibandingkan realisasi tahun lalu. 

Pada periode yang sama, aset fintech syariah sudah mencapai Rp 95,73 miliar. Sedangkan pada Maret 2021, aset fintech syariah meningkat menjadi Rp 103,43 miliar dan berkontribusi 2,49% dari total pembiayaan konvensional dan syariah sebesar Rp 4,14 triliun. 

Pemain fintech syariah seperti Investree Sayariah telah mengakumulasi pinjaman sebesar Rp 384,8 miliar atau tumbuh 84,9% yoy pada kuartal I 2021. 

Saat ini Investree telah mengambil porsi market sebesar 13% dari seluruh industri P2P lending syariah. “Kami berharap hal ini terus tumbuh apalagi di kuartal II ini dengan adanya momen lebaran. Semoga bisa tumbuh hingga empat kali lipat di kuartal ini,” ujar CEO Investree Adrian Gunadi dikutip dalam kontan.co.id. (EA)

Baca Juga : Securities Crowdfunding Sebagai Sumber Pendanaan Industri Halal

1 COMMENT