Juara Dongeng Nasional, Mahasiswi Ini Sukses Harumkan IAIN Ponorogo

Juara Dongeng Nasional, Mahasiswi Ini Sukses Harumkan IAIN Ponorogo
Juara Dongeng Nasional, Mahasiswi Ini Sukses Harumkan IAIN Ponorogo

Ibadah.co.id–Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Ponorogo Asyikin Rantikasari berhasil mengharumkan nama almamaternya dengan meraih Juara Pertama pada Lomba Mendongeng Tingkat Nasional.

Kompetisi yang digelar secara daring ini bertajuk “Tanpa Imajinasi Anak Tak Bisa Berkreasi” yang diselenggarakan HMP Golden Age Universitas Jember.

“Setiap peserta mengupload video mendongeng di akun youtube masing-masing dan juri akan menilai video yang dikirimkan,” tutur Asyikin di Ponorogo, Senin (3/5).

Dilansir dalam kemenag.go.id, Asyikin yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD) membawakan dongeng dengan judul “Pemalas”. Dongeng ini menceritakan tentang dua anak TK yang akan mengikuti lomba menyanyi, yaitu Jingga dan Tara. Tara yang merasa dirinya sudah pandai bernyanyi enggan berlatih dan merasa akan mendapat juara satu.

Sementara Jingga sangat rajin berlatih bukan karena ingin mendapat juara satu, namun agar dapat tampil dengan maksimal. Sampai akhirnya Jingga yang mendapat juara pertama, dan Tara hanya bisa menangis karena saat tampil bernyanyi dia lupa lirik.

Asyikin dinilai membawakan dongeng ini dengan ekspresif dan semangat. Alur ceritanya pun mudah dipahami, termasuk oleh anak-anak. Bukan hanya itu, dogeng ini juga membawa pesan untuk menjadi orang yang bersungguh-sungguh, tidak malas dalam meraih cita-cita dan keinginan. Sebab, dengan kemalasan hanya akan membawa pada penyesalan.

Menyambut prestasi tersebut, Rektor IAIN Ponorogo Evi Muafiah turut mengapresiasi dan berharap agar mahasiswa IAIN Ponorogo lainnya dapat mencontoh kesuksesan Asyikin.

“Prestasi yang diraih Asyikin sangat membanggakan, semoga diikuti oleh mahasiswa IAIN Ponorogo lainnya”, katanya.

Evi menambahkan jajarannya memberikan dukungan agar setiap civitas akademika memberikan prestasi dengan karya-karya terbaiknya, termasuk para mahasiswa. (EA)